Sabtu, 19 Juli 2014




PEMANFAATAN TOGAF ADM UNTUKPERANCANGAN ARSITEKTUR
E-GOVERNMENT BANGKALAN PADA DINAS PERINDUSTRIAN & PERDAGANGAN
Norman, Yeni Kustiyahningsih, M. Kautsar Sophan
Jurusan teknik Informatika, Fakutas Teknik, Universitas Trunojoyo
Jl. Raya Telang PO. BOX 2 Kamal, Bangkalan, Madura, 691962
Abstrak
Penyusunan E-Government padaDinas Perindustrian & Perdagangan (DISPERINDAG) Kabupaten Bangkalan dibuat untuk meningkatkan kualitas pelayanandan membantu proses kinerja dari dinas tersebut.Salah satu faktor pendorong pemanfaatan sistem informasi yang lebih baik adalah semakin meningkatnya kebutuhan fungsi pelayanan yang dijalankan.
Tujuan dari penerapan Arsitektur Enterprise adalah menciptakan keselarasan antara bisnis dan teknologi informasi bagi kebutuhan instansi, penerapan arsitektur enterprise tidak terlepas dari bagaimana sebuah instansi merencanakan dan merancang arsitektur enterprise tersebut. TOGAF ADM merupakan metodologi yang lengkap, banyak instansi yang tidak memahami secara jelas tentang tahapan - tahapan dari metodologi tersebut diterjemahkan ke dalam aktivitas perancangan Arsitektur Enterprise. Tahapan dalam perancangan Arsitektur Enterprise sangatlah penting dan akan berlanjut pada tahapan berikutnya yaitu rencana implementasi. TOGAF ADM memiliki empat komponen utama: arsitektur bisnis, arsitektur data, arsitektur teknologi dan arsitektur aplikasi. Pada intinya TOGAF digunakan untuk membuat Arsitektur Enterprise dari semua aspek tersebut yang menghasilkan model dan kerangka dasar dalam mengembangkan sistem informasi yang terintegrasi untuk mendukung kebutuhan Dinas Perindustrian & Perdagangan sesuai dengan Peraturan Bupati Bangkalan Nomor 38 Tahun 2010 Tentang Uraian Tugas Jabatan Struktural pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Kata Kunci: Arsitektur Enterprise, Togaf ADM, Disperindag
Abstract
Preparation of the E-Government on Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangkalan made to improve the quality of service and assist in the performance of the agency. One factor driving the use of better information systems is the increasing needs of the service functionis executed. The purpose of the application of Enterprise Architectureis to create harmony between business and information technology for the needs of agencies, the application of enterprise architecture is inseparable from howan agency's plan and design the enterprise architecture. TOGAFADM is a comprehensive methodology, many agencies that do not understand clearly about the stage-the stage of the methodology are translated into the design of an Enterprise Architecture activities. Stagesin Enterprise Architecturedesignis very important and will continue at the nextstage of the implementation plan. TOGAFADM has fourmain components: business architecture, data architecture, technology architecture and application architecture. At the core TOGAF Enterprise Architecture is used to make all aspect soft here sulting model and the basic framework in developing integrated information systems to support the needs of Dinas Perindustrian dan Perdagangan Office in accordance with the decree No. 38 of 2010 Bangkalan On Structural Position Description Duties at the Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Keywords: EnterpriseArchitecture, TOGAFADM, Disperindag

PENDAHULUAN
Dinas Perindustrian & Perdagangan (DISPERINDAG) merupakan instansi

pemerintah yang bergerak di bidang pelayanan Perindustrian & Perdagangan. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan maka perlu adanya sebuah sistem informasi yang mampu


memonitoring dan membantu proses kinerja dari dinas tersebut. Salah satu faktor pendorong pemanfaatan sistem informasi yang lebih baik adalah semakin meningkatnya kebutuhan fungsi pelayanan yang dijalankan. Dampak dari itu semua banyak SKPD yang berlomba-lomba untuk menerapkan sistem informasi dengan teknologinya dengan hanya memperhatikan kebutuhan sesaat dan memungkinkan penerapan sistem informasi yang saling tumpang tindih dan adanya sub - sub sistem yang berbeda satu dengan yang lainya. Kondisi tersebut membuat sistem informasi tidak dapat dimanfaatkan sesuai yang diharapkan, berdasarkan misi dan tujuan penerapan sistem informasi, yaitu efesiensi dan efektifitas dalam pemenuhan kebutuhan dinas tersebut, mulai dari pemenuhan kebutuhan pada level yang tertinggi sampai pada kebutuhan yang paling bawah yaitu operasional.
Salah satu dari penyebab ini semua adalah kurangnya perencanaan dan tanpa memikirkan kunci utama dalam proses pengembangan sistem informasi yaitu perancangan, perancangan sistem informasi yang baik harus melihat dari berbagai macam sudut pandang pengembangan sistem, di mulai dari mendefinisikan arsitektur bisnis yang ada dalam instansi terkait, mendifinisikan arsitektur data yang akan di gunakan, mendifinisikan arsitektur aplikasi yang akan di bangun serta mendefinisikan arsitektur teknologi yang akan mendukung jalanya sistem informasi tersebut.
Keselarasan penerapan sistem informasi dengan kebutuhan DISPERINDAG hanya mampu dijawab dengan memperhatikan faktor integrasi di dalam pengembangnya, tujuan integrasi yang sebenarnya adalah untuk mengurangi kesenjangan yang terjadi dalam proses pengembangan sistem. Untuk menghilangkan kesenjangan tersebut, maka diperlukan sebuah paradigma dalam merencanakan, merancang, dan mengelola sistem informasi yang disebut dengan Arsitektur Enterprise. Arsitektur enterprise adalah sebuah pendekatan logis, komprehensif, dan holistic untuk merancang dan mengimplementasikan sistem dan komponen secara bersamaan.
Berbagai macam dan metode yang biasa digunakan dalam perancangan arsitektur

enterprise diantaranya adalah Zachman framework, TOGAF ADM, EAP dan lain – lain. Dalam studi kasus ini akan di bahas bagaimana menggunakan TOGAF ADM dalam merancang arsitektur enterprise, sehingga di dapatkan gambaran yang jelas bagaimana melakukan perancangan arsitektur enterprise untuk mendapatkan arsitektur enterprise yang baik dan biasa di gunakan oleh Dinas Perindustrian & Perdagangan untuk mencapai tujuannya.
Keluaran yang dapat di capai dari perancangan arsitektur enterprise tersebut adalah menghasilkan model dan kerangka dasar dalam mengembangkan sistem informasi yang terintegrasi untuk mendukung kebutuhan Dinas Perindustrian & Perdagangan sesuai dengan Peraturan Bupati Bangkalan Nomor 38 Tahun 2010 Tentang Uraian Tugas Jabatan Struktural pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
STUDI PUSTAKA
1.            Penelitian sebelumnya yang pertama : disusun oleh Roni Yunis, Kridanto Surendro, tahun 2009 dengan judul :
”PERANCANGAN              MODEL
ENTERPRISE ARCHITECTURE (EA) DENGAN TOGAF ARCHITECTURE DEVELOPMENT METHOD “Dalam penelitian ini di lakukan perancangan arsitektur enterprise yang di buat berdasarkan pada tahapan perancangan informasi strategis dan integrasi system dan memakai metode Togaf ADM. Perancangan arsitektur enterprise ini memberikan hasil berupa Blueprint atau cetak biru teknologi informasi yang terdiri dari fungsi aplikasi dan relasi, interaksi model dan proses model sebagai pedoman untuk perancangan teknologi informasi. Di samping itu penelitian ini juga memberikan hasil berupa roadmap perencanaan arsitektur enterprise untuk mencapai visi dan misi organisasi khususnya pada perguruan tinggi negeri. [1]
2.            Penelitian yang kedua oleh Roni Yunis, Kridanto Surendro tahun 2010 dengan judul : “Implementasi Enterprise Architecture Perguruan Tinggi ” Dalam penelitian ini Implementasi EA untuk PT memerlukan perencanaan yang matang dan harus disusun secara integrasi, tidak hanya


terfokus pada arsitektur aplikasi dan teknologi saja, tetapi juga harus menyeluruh pada semua domain arsitektur yang ada dalam PT. Selain memperhatikan tantangan dan kendala yang mungkin ada pada saat pengembangan dan implementasi EA tersebut, juga diperlukan perbaikan kualitas dari SDM di bidang TI/SI dalam PT secara berkelanjutan, selain itu faktor eksternal yang mempengaruhi kebijakan PT dalam pengembangan EA juga harus diperhatikan, dengan harapan nantinya akan menghasilkan EA yang berkualitas dan dapat diukur dengan menggunakan metode Togaf ADM dalam perancangan EA tersebut. Untuk penelitian selanjutnya akan merumuskan suatu prinsip dan strategi pengembangan blueprint SI dari perguruan tinggi berdasarkan model EA yang sudah dihasilkan. Hasil penelitian ini, diharapkan dapat dijadikan oleh perguruan tinggi di Indonesia untuk pengembangan SI/TI PT yang terintegrasi. [2]
3.            Pada penelitian selanjutnya disusun oleh Iyan Supriyanadari Bakosurtanal, Januari 2010 yang berjudul: “Perencanaan Model Arsitektur Bisnis, Arsitektur Sistem Informasi dan Arsitektur Teknologi Dengan Menggunakan TOGAF: Studi Kasus Bakosurtanal”. Membahas masalah perancangan Enterprise Arsitektur yang cocok untuk bakosurtanal, setelah dianalisis Enterprise architecture framework yang sesuai untuk BAKOSURTANAL adalah TOGAF. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah enterprise architecture framework yang paling cocok untuk
Bakosurtanal,     rekomendasi       model
arsitektur bisnis, arsitektur sistem informasi, arsitektur teknologi serta solusi – solusi yang terbaik yang harus diterapkan didalam pembuatan blue print. didalam membangun blue print penelitian ini menerapkan suatu arsitektur berbasis service yaitu mengeikuti kerangaka Service Oriented Architecture (SOA), Enterprise Resources Planning (ERP) , Executive dashboard yang digunakan untuk pembailan keputusan bagi pejabat-pejabat structural dan Data Warehouse untuk integrasi data didalam pengembangan E-Government. [3]
4.            Penelitian ke empat disusun oleh: Erwin Budi Setiawan dari Fakultas Sains, Institut

Teknologi Telkom, Yogyakarta, 20 Juni 2009 yang berjudul: “Pemilihan EA Framework “. Dalam penelitian ini membahas tentang melakukan pemilihan EA Framework berdasarkan 3 acuan yaitu: a. Tujuan dari EA dengan melihat bagaimana definisi arsitektur dan pemahamannya, proses arsitektur yang telah ditentukan sehingga mudah untuk diikuti, dukungan terhadap evolusi arsitektur b. Input untuk aktivitas EA seperti pendorong bisnis dan input teknologi c. Output dari aktivitas EA seperti model bisnis dan desain transisional utnuk evolusi dan perubahan. Dan hasil akhir dari penelitian ini adalah memilih Togaf ADM sebagai metode yang cocok dan jelas dalam permasalahan EA Framework. [4]
5.            Penelitian Kelima disusun oleh: Roni Yunis, Krisdanto Surendro, Erwin S.Panjaitan dari Jurusan Sistem Informasi STMIK-Mikroskil, Sekolah tehnik elektro dan informatika, institut teknologi Bandung, yang berjudul: “Pemanfaatan TOGAF ADM untuk Perancangan Model Enterprise Architecture” dalam penelitian ini menjelaskan pemanfaatan metode Togaf ADM dalam perancangan model EA dengan alasan karena togaf adm dalam metode yang sangat lengkap dalam
menyelesaikan   permasalahan    EA,
pengaplikasian perancangan di aplikasikan kepada perancangan perguruan tinggi. Hasil akhirnya adalah mengharapkan model EA perguruan tinggi yang detil dan lengkap agar kedepannya lagi dapat dikembangkan blue print yang lebih detail. [5]
6.            Penelitian ke enam, disusun oleh: Roni Yunis, Kridanto Surendro, Erwin S. Panjaitan, dari Jurusan Sistem Informasi, STMIK Mikroskil, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung. Yang berjudul: “ Pengembangan Model Arsitektur Enterprise untuk
Perguruan Tinggi”.           Penelitian ini
membangun sebuah arsitektur enterprise yang nantinya bisa dijadikan oleh organisasi untuk mencapai tujuan strategisnya. Model arsitektur ini dapat dijadikan sebagai model dasar bagi institusi perguruan tinggi didalam pengembangan arsitektur enterprise. Dalam penelitian ini memilih TOGAF ADM sebagai metode


pengembangan EA perguruan tinggi, karena metode ini merupakan metode pengembangan arsitektur enterprise yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, dengan syarat bahwa institusi mempunyai aturan dan prosedur yang jelas tentang proses bisnis untuk mendukung proses
pengembangan  sistem   informasi
terintegrasi.        Hasil      akhir      adalah
pengembangan EA perguruan tinggi dengan Togaf ADM. [6]
7. Penelitian selanjutnya disusun oleh: Kuswardani Mutyarini, ST., dan Dr. Ir. Jaka Sembiring dari Teknik Elektro ITB Bandung. Dengan judul:” Arsitektur Sistem Informasi untuk Institusi Perguruan Tinggi di Indonesia”. Dalam penelitin ini menentukan perancangan sistem informasi PT di Indonesia yang tepat, penelitian ini menggunakan Togaf ADM melakukan perencanaan Arsitektur Sistem Informasi (SI) organisasi. Sedangkan COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) adalah suatu metodologi yang memberikan kerangka dasar untk menciptakan Teknologi Informasi (TI) yang sesuai dengan
kebutuhan           organisasi.          Dengan
menggunakan perpaduan prinsip-prinsip dalam TOGAF ADM dan COBIT dapat dirancang kerangka dasarsistem informasi untuk institusi pendidikan di Indonesia yang sekaligus mampu mengukur
perfomansi         dari        hasilimplementasi
kerangka dasar tersebut. [7]
METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut dan untuk grafik perancangannya dapat dilihat pada Gambar 1:
1.            Architecture Vision
Dalam Tahap ini Menciptakan keseragaman pandangan mengenai pentingnya arsitektur enterprise untuk mencapai tujuan Disperindag yang dirumuskan dalam bentuk strategi serta menentukan lingkup dari arsitektur yang akan dikembangkanberdasarkan dari tupoksi dari setiap bidang.
2.            Business Architecture
Mendefinisikan kondisi awal arsitektur bisnis, menentukan model bisnis atau

aktivitas bisnis yang diinginkan berdasarkan skenario bisnis. Pada tahap ini tools dan metode umum untuk pemodelan seperti: Usecase Diagram, Activity Diagram dan Squence Diagramdapat digunakan untuk membangun model yang diperlukan.
3.            Information Sistem Architecture
Pada tahapan ini lebih menekankan pada aktivitas bagaimana arsitektur sistem informasi dikembangkan. Pendefinisian arsitektur sistem informasi dalam tahapan ini meliputi arsitektur data dan arsitektur aplikasi yang akan digunakan oleh
organisasi.          Arsitekur              data       lebih
memfokuskan pada bagaimana data digunakan untuk kebutuhan fungsi bisnis, proses dan layanan. Teknik yang bisa digunakan dengan yaitu: ER-Diagram.
4.            Technology Architecture
Membangun arsitektur teknologi yang diinginkan, dimulai dari penentuan jenis kandidat teknologi yang diperlukan. Meliputi perangkat lunak dan perangkat
keras.Teknik       yang      digunakan
meliputiarsitektur teknologi dan arsitektur jaringan.
5.            Opportunities and Solution
Pada tahapan ini lebih menekan pada manfaatyang diperoleh dari arsitektur enterprise yang meliputi arsitektur bisnis, arsitektur data,arsitektur aplikasi dan arsitektur teknologi.
6.            Migration Planning
Pada tahapan ini akan dilakukan penilaian dalam menentukan rencana migrasi dari suatu sistem informasi. Biasanya pada tahapan ini untuk pemodelannya menggunakaan matrik penilaian dan keputusan terhadap kebutuhan utama dan pendukung dalam organisasi terhadap impelemtasi sistem informasi.
7.            Implementation Governance
Dalam tahap ini , harus diketahui dahulu kelebihan dan kekurangan dari sistem baru yang dibuat,dibawah ini identifikasi kelebihan dan kekurangan dari business proses yang telah dirancang.
8.            Arcitecture Change Management
Dalam tahap ini dilakukan suatu pengawasan terhadap sistem baik itu dari segi teknologi dan perubahan lingkungan di sekitar sistem, baik internal maupun eksternal, setelah mendapatkan hasil


pengawasan dari sistem yang dibuat maka dibuat suatu manajemenarsitektur untuk pengembangan dari sistem yang dibuat dahulu dengan menggunakan metode yang lebih lengkap dan teratur.

Gambar 1.Architecture development method HASIL DAN PEMBAHASAN
Tahapan dari Togaf ADM secara ringkas bisa dijelaskan sebagai berikut dan hal paling penting terletak pada Architecture Visiondan Business Architecturekarena rancangan dasar atau utama dari Togaf ADM.
1. Architecture Vision
Dalam Tahap ini Menciptakan keseragaman pandangan mengenai pentingnya arsitektur enterprise untuk mencapai tujuan Disperindag yang dirumuskan dalam bentuk strategi serta menentukan lingkup dari arsitektur yang akan dikembangkanberdasarkan dari tupoksi dari setiap bidang yang di dapat dari susunan organisasi (dapat dilihat di gambar 2).

Gambar 2. Susunan Organisasi Disperindag

2. Business Architecture
Mendefinisikan kondisi awal arsitektur bisnis, menentukan model bisnis atau aktivitas bisnis yang diinginkan berdasarkan skenario bisnis (dapat dilihat pada tabel 1). Pada tahap ini tools dan metode umum untuk pemodelan seperti: Usecase Diagram, Activity Diagram dan Squence Diagramdapat digunakan untuk membangun model yang diperlukan.
Tabel 1. Bisnis Arsitektur
No          Business Proses  Domain Pengguna
1             Surat menyurat  Semua Domain
2             Inventaris            Semua Domain
3             Pelatihan                          Sarana & Produksi Industri
             Bina Usaha Industri
             Bina Usaha Perdagangan
             Perlindungan      Usaha    &
Konsumen
             Pelaku Industri
             Pelaku Perdagangan
4             Perindustrian                   Sarana & Produksi Industri
             Bina Usaha Industri
             Pelaku Industri
5             Perlindungan
Usaha    &
Konsumen                        Perlindungan      Usaha    &
Konsumen
             Pelaku Industri
             Pelaku Perdagangan
             Masyarakat
6             Promosi                            Sarana & Produksi Industri
             Pelaku Industri
             Pelaku Perdagangan
             Masyarakat
7             Stimulasi                           Sarana & Produksi Industri
             Pelaku Industri
KESIMPULAN DAN SARAN
1.            Kesimpulan
Kesimpulan dari penelitian ini adalah Enterprise Architecture Framework (EAF). Untuk pengembangan kedepan, didalam membangun blue print harus menerapkan suatu arsitektur berbasis obyek yaitu mengikuti kerangka TOGAF ADM yang digunakan untuk pengambilan keputusan bagi pejabat-pejabat struktural, dan Data Warehouse untuk integrasi data didalam pengembangan E-Gov baik data data spasial ataupun non spasial. Rancangan Enterprise Architectureini tunduk pada Peraturan Bupati Bangkalan nomor 38 tahun 2010 tentang Uraian Tugas Jabatan Struktural pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
2.            Saran
Dari hasil perancangan business prosess ini, didapati bebarapa kelemahan perancangan yang kedepannya diharapkan dapat


diperbaiki agar dapat berfungsi dengan lebih optimal, yaitu penambahan rancangan bagian keuangan
DAFTAR PUSTAKA
[1]          Yunis, R., Surendro, K. (2009).
Perancangan      Model   Enterprise
Architecture dengan TOGAF Architecture Development Method, Prosiding SNATI, ISSN : 1907-5022, (UII, Yogyakarta), E25-E31.
[2]          Yunis, R., Surendro, K. (2009). Model Enterprise Architecture Untuk Perguruan Tinggi Di Indonesia, Prosiding semnasIF, ISSN : 1979-2328, (UPN “Veteran”, Yogyakarta), E72-E79.
[3]          Supriyana, Iyan (2010). Perencanaan Model Arsitektur Bisnis, Arsitektur Sistem Informasi Dan Arsitektur Teknologi Dengan Menggunakan TOGAF: Studi Kasus Bakosurtanal, Prosiding Jurnal

Generic, ISSN: 1907-4093, (Bakosurtanal, Jawa Barat), Vol. 5 No.1.
[4]          Budi Setiawan, Erwin (2009). Pemilihan Ea Framework, Prosiding SNATI, ISSN: 1907-5022, (Institut Teknologi Telkom, Bandung), B114-B19.
[5]          Yunis Roni, Surendro Krisdanto, Panjaitan Erwin S. Pemanfaatan TOGAF ADM untuk Perancangan Model Enterprise Architecture. Institut Teknologi Bandung, Bandung.
[6]          Yunis Roni, Surendro Kridanto, Erwin Panjaitan S.. Pengembangan Model Arsitektur Enterprise untuk Perguruan Tinggi. Institut Teknologi Bandung, Bandung.
[7]          Kuswardani Mutyarini, ST., dan Dr. Ir. Jaka Sembiring (2006). Arsitektur Sistem Informasi untuk Institusi Perguruan Tinggi di Indonesia. Institut Teknologi Bandung, Bandung.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar