PEMANFAATAN TOGAF ADM UNTUKPERANCANGAN ARSITEKTUR
E-GOVERNMENT BANGKALAN PADA DINAS PERINDUSTRIAN &
PERDAGANGAN
Norman, Yeni Kustiyahningsih, M. Kautsar Sophan
Jurusan teknik Informatika, Fakutas Teknik, Universitas
Trunojoyo
Jl. Raya Telang PO. BOX 2 Kamal, Bangkalan, Madura, 691962
Abstrak
Penyusunan E-Government padaDinas Perindustrian & Perdagangan
(DISPERINDAG) Kabupaten Bangkalan dibuat untuk meningkatkan kualitas
pelayanandan membantu proses kinerja dari dinas tersebut.Salah satu faktor
pendorong pemanfaatan sistem informasi yang lebih baik adalah semakin
meningkatnya kebutuhan fungsi pelayanan yang dijalankan.
Tujuan dari penerapan Arsitektur Enterprise adalah
menciptakan keselarasan antara bisnis dan teknologi informasi bagi kebutuhan
instansi, penerapan arsitektur enterprise tidak terlepas dari bagaimana sebuah
instansi merencanakan dan merancang arsitektur enterprise tersebut. TOGAF ADM
merupakan metodologi yang lengkap, banyak instansi yang tidak memahami secara
jelas tentang tahapan - tahapan dari metodologi tersebut diterjemahkan ke dalam
aktivitas perancangan Arsitektur Enterprise. Tahapan dalam perancangan
Arsitektur Enterprise sangatlah penting dan akan berlanjut pada tahapan
berikutnya yaitu rencana implementasi. TOGAF ADM memiliki empat komponen utama:
arsitektur bisnis, arsitektur data, arsitektur teknologi dan arsitektur aplikasi.
Pada intinya TOGAF digunakan untuk membuat Arsitektur Enterprise dari semua
aspek tersebut yang menghasilkan model dan kerangka dasar dalam mengembangkan
sistem informasi yang terintegrasi untuk mendukung kebutuhan Dinas
Perindustrian & Perdagangan sesuai dengan Peraturan Bupati Bangkalan Nomor
38 Tahun 2010 Tentang Uraian Tugas Jabatan Struktural pada Dinas Perindustrian
dan Perdagangan.
Kata Kunci: Arsitektur Enterprise, Togaf ADM, Disperindag
Abstract
Preparation of the E-Government on Dinas Perindustrian dan
Perdagangan (Disperindag) Bangkalan made to improve the quality of service and
assist in the performance of the agency. One factor driving the use of better
information systems is the increasing needs of the service functionis executed.
The purpose of the application of Enterprise Architectureis to create harmony
between business and information technology for the needs of agencies, the
application of enterprise architecture is inseparable from howan agency's plan
and design the enterprise architecture. TOGAFADM is a comprehensive
methodology, many agencies that do not understand clearly about the stage-the
stage of the methodology are translated into the design of an Enterprise
Architecture activities. Stagesin Enterprise Architecturedesignis very important
and will continue at the nextstage of the implementation plan. TOGAFADM has
fourmain components: business architecture, data architecture, technology
architecture and application architecture. At the core TOGAF Enterprise
Architecture is used to make all aspect soft here sulting model and the basic
framework in developing integrated information systems to support the needs of
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Office in accordance with the decree No. 38
of 2010 Bangkalan On Structural Position Description Duties at the Dinas
Perindustrian dan Perdagangan.
Keywords: EnterpriseArchitecture, TOGAFADM, Disperindag
PENDAHULUAN
Dinas Perindustrian & Perdagangan (DISPERINDAG)
merupakan instansi
pemerintah yang bergerak di bidang pelayanan Perindustrian
& Perdagangan. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan maka perlu adanya
sebuah sistem informasi yang mampu
memonitoring dan membantu proses kinerja dari dinas
tersebut. Salah satu faktor pendorong pemanfaatan sistem informasi yang lebih
baik adalah semakin meningkatnya kebutuhan fungsi pelayanan yang dijalankan.
Dampak dari itu semua banyak SKPD yang berlomba-lomba untuk menerapkan sistem
informasi dengan teknologinya dengan hanya memperhatikan kebutuhan sesaat dan
memungkinkan penerapan sistem informasi yang saling tumpang tindih dan adanya
sub - sub sistem yang berbeda satu dengan yang lainya. Kondisi tersebut membuat
sistem informasi tidak dapat dimanfaatkan sesuai yang diharapkan, berdasarkan
misi dan tujuan penerapan sistem informasi, yaitu efesiensi dan efektifitas
dalam pemenuhan kebutuhan dinas tersebut, mulai dari pemenuhan kebutuhan pada
level yang tertinggi sampai pada kebutuhan yang paling bawah yaitu operasional.
Salah satu dari penyebab ini semua adalah kurangnya
perencanaan dan tanpa memikirkan kunci utama dalam proses pengembangan sistem
informasi yaitu perancangan, perancangan sistem informasi yang baik harus
melihat dari berbagai macam sudut pandang pengembangan sistem, di mulai dari
mendefinisikan arsitektur bisnis yang ada dalam instansi terkait,
mendifinisikan arsitektur data yang akan di gunakan, mendifinisikan arsitektur
aplikasi yang akan di bangun serta mendefinisikan arsitektur teknologi yang
akan mendukung jalanya sistem informasi tersebut.
Keselarasan penerapan sistem informasi dengan kebutuhan
DISPERINDAG hanya mampu dijawab dengan memperhatikan faktor integrasi di dalam
pengembangnya, tujuan integrasi yang sebenarnya adalah untuk mengurangi
kesenjangan yang terjadi dalam proses pengembangan sistem. Untuk menghilangkan
kesenjangan tersebut, maka diperlukan sebuah paradigma dalam merencanakan,
merancang, dan mengelola sistem informasi yang disebut dengan Arsitektur
Enterprise. Arsitektur enterprise adalah sebuah pendekatan logis, komprehensif,
dan holistic untuk merancang dan mengimplementasikan sistem dan komponen secara
bersamaan.
Berbagai macam dan metode yang biasa digunakan dalam
perancangan arsitektur
enterprise diantaranya adalah Zachman framework, TOGAF ADM,
EAP dan lain – lain. Dalam studi kasus ini akan di bahas bagaimana menggunakan
TOGAF ADM dalam merancang arsitektur enterprise, sehingga di dapatkan gambaran
yang jelas bagaimana melakukan perancangan arsitektur enterprise untuk
mendapatkan arsitektur enterprise yang baik dan biasa di gunakan oleh Dinas
Perindustrian & Perdagangan untuk mencapai tujuannya.
Keluaran yang dapat di capai dari perancangan arsitektur
enterprise tersebut adalah menghasilkan model dan kerangka dasar dalam
mengembangkan sistem informasi yang terintegrasi untuk mendukung kebutuhan
Dinas Perindustrian & Perdagangan sesuai dengan Peraturan Bupati Bangkalan
Nomor 38 Tahun 2010 Tentang Uraian Tugas Jabatan Struktural pada Dinas
Perindustrian dan Perdagangan.
STUDI PUSTAKA
1. Penelitian
sebelumnya yang pertama : disusun oleh Roni Yunis, Kridanto Surendro, tahun
2009 dengan judul :
”PERANCANGAN MODEL
ENTERPRISE ARCHITECTURE (EA) DENGAN TOGAF ARCHITECTURE
DEVELOPMENT METHOD “Dalam penelitian ini di lakukan perancangan arsitektur
enterprise yang di buat berdasarkan pada tahapan perancangan informasi strategis
dan integrasi system dan memakai metode Togaf ADM. Perancangan arsitektur
enterprise ini memberikan hasil berupa Blueprint atau cetak biru teknologi
informasi yang terdiri dari fungsi aplikasi dan relasi, interaksi model dan
proses model sebagai pedoman untuk perancangan teknologi informasi. Di samping
itu penelitian ini juga memberikan hasil berupa roadmap perencanaan arsitektur
enterprise untuk mencapai visi dan misi organisasi khususnya pada perguruan
tinggi negeri. [1]
2. Penelitian
yang kedua oleh Roni Yunis, Kridanto Surendro tahun 2010 dengan judul :
“Implementasi Enterprise Architecture Perguruan Tinggi ” Dalam penelitian ini
Implementasi EA untuk PT memerlukan perencanaan yang matang dan harus disusun
secara integrasi, tidak hanya
terfokus pada arsitektur aplikasi dan teknologi saja, tetapi
juga harus menyeluruh pada semua domain arsitektur yang ada dalam PT. Selain
memperhatikan tantangan dan kendala yang mungkin ada pada saat pengembangan dan
implementasi EA tersebut, juga diperlukan perbaikan kualitas dari SDM di bidang
TI/SI dalam PT secara berkelanjutan, selain itu faktor eksternal yang
mempengaruhi kebijakan PT dalam pengembangan EA juga harus diperhatikan, dengan
harapan nantinya akan menghasilkan EA yang berkualitas dan dapat diukur dengan
menggunakan metode Togaf ADM dalam perancangan EA tersebut. Untuk penelitian
selanjutnya akan merumuskan suatu prinsip dan strategi pengembangan blueprint
SI dari perguruan tinggi berdasarkan model EA yang sudah dihasilkan. Hasil
penelitian ini, diharapkan dapat dijadikan oleh perguruan tinggi di Indonesia
untuk pengembangan SI/TI PT yang terintegrasi. [2]
3. Pada
penelitian selanjutnya disusun oleh Iyan Supriyanadari Bakosurtanal, Januari
2010 yang berjudul: “Perencanaan Model Arsitektur Bisnis, Arsitektur Sistem
Informasi dan Arsitektur Teknologi Dengan Menggunakan TOGAF: Studi Kasus
Bakosurtanal”. Membahas masalah perancangan Enterprise Arsitektur yang cocok
untuk bakosurtanal, setelah dianalisis Enterprise architecture framework yang
sesuai untuk BAKOSURTANAL adalah TOGAF. Tujuan yang ingin dicapai pada
penelitian ini adalah enterprise architecture framework yang paling cocok untuk
Bakosurtanal, rekomendasi model
arsitektur bisnis, arsitektur sistem informasi, arsitektur
teknologi serta solusi – solusi yang terbaik yang harus diterapkan didalam
pembuatan blue print. didalam membangun blue print penelitian ini menerapkan
suatu arsitektur berbasis service yaitu mengeikuti kerangaka Service Oriented
Architecture (SOA), Enterprise Resources Planning (ERP) , Executive dashboard
yang digunakan untuk pembailan keputusan bagi pejabat-pejabat structural dan
Data Warehouse untuk integrasi data didalam pengembangan E-Government. [3]
4. Penelitian
ke empat disusun oleh: Erwin Budi Setiawan dari Fakultas Sains, Institut
Teknologi Telkom, Yogyakarta, 20 Juni 2009 yang berjudul:
“Pemilihan EA Framework “. Dalam penelitian ini membahas tentang melakukan
pemilihan EA Framework berdasarkan 3 acuan yaitu: a. Tujuan dari EA dengan
melihat bagaimana definisi arsitektur dan pemahamannya, proses arsitektur yang
telah ditentukan sehingga mudah untuk diikuti, dukungan terhadap evolusi
arsitektur b. Input untuk aktivitas EA seperti pendorong bisnis dan input
teknologi c. Output dari aktivitas EA seperti model bisnis dan desain transisional
utnuk evolusi dan perubahan. Dan hasil akhir dari penelitian ini adalah memilih
Togaf ADM sebagai metode yang cocok dan jelas dalam permasalahan EA Framework.
[4]
5. Penelitian
Kelima disusun oleh: Roni Yunis, Krisdanto Surendro, Erwin S.Panjaitan dari
Jurusan Sistem Informasi STMIK-Mikroskil, Sekolah tehnik elektro dan
informatika, institut teknologi Bandung, yang berjudul: “Pemanfaatan TOGAF ADM
untuk Perancangan Model Enterprise Architecture” dalam penelitian ini
menjelaskan pemanfaatan metode Togaf ADM dalam perancangan model EA dengan
alasan karena togaf adm dalam metode yang sangat lengkap dalam
menyelesaikan permasalahan EA,
pengaplikasian perancangan di aplikasikan kepada perancangan
perguruan tinggi. Hasil akhirnya adalah mengharapkan model EA perguruan tinggi
yang detil dan lengkap agar kedepannya lagi dapat dikembangkan blue print yang
lebih detail. [5]
6. Penelitian
ke enam, disusun oleh: Roni Yunis, Kridanto Surendro, Erwin S. Panjaitan, dari
Jurusan Sistem Informasi, STMIK Mikroskil, Sekolah Teknik Elektro dan
Informatika, Institut Teknologi Bandung. Yang berjudul: “ Pengembangan Model
Arsitektur Enterprise untuk
Perguruan Tinggi”. Penelitian
ini
membangun sebuah arsitektur enterprise yang nantinya bisa
dijadikan oleh organisasi untuk mencapai tujuan strategisnya. Model arsitektur
ini dapat dijadikan sebagai model dasar bagi institusi perguruan tinggi didalam
pengembangan arsitektur enterprise. Dalam penelitian ini memilih TOGAF ADM
sebagai metode
pengembangan EA perguruan tinggi, karena metode ini
merupakan metode pengembangan arsitektur enterprise yang bisa disesuaikan
dengan kebutuhan, dengan syarat bahwa institusi mempunyai aturan dan prosedur
yang jelas tentang proses bisnis untuk mendukung proses
pengembangan sistem informasi
terintegrasi. Hasil akhir adalah
pengembangan EA perguruan tinggi dengan Togaf ADM. [6]
7. Penelitian selanjutnya disusun oleh: Kuswardani
Mutyarini, ST., dan Dr. Ir. Jaka Sembiring dari Teknik Elektro ITB Bandung.
Dengan judul:” Arsitektur Sistem Informasi untuk Institusi Perguruan Tinggi di
Indonesia”. Dalam penelitin ini menentukan perancangan sistem informasi PT di
Indonesia yang tepat, penelitian ini menggunakan Togaf ADM melakukan
perencanaan Arsitektur Sistem Informasi (SI) organisasi. Sedangkan COBIT (Control
Objectives for Information and Related Technology) adalah suatu metodologi yang
memberikan kerangka dasar untk menciptakan Teknologi Informasi (TI) yang sesuai
dengan
kebutuhan organisasi. Dengan
menggunakan perpaduan prinsip-prinsip dalam TOGAF ADM dan
COBIT dapat dirancang kerangka dasarsistem informasi untuk institusi pendidikan
di Indonesia yang sekaligus mampu mengukur
perfomansi dari hasilimplementasi
kerangka dasar tersebut. [7]
METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian yang digunakan pada penelitian ini
adalah sebagai berikut dan untuk grafik perancangannya dapat dilihat pada
Gambar 1:
1. Architecture
Vision
Dalam Tahap ini Menciptakan keseragaman pandangan mengenai
pentingnya arsitektur enterprise untuk mencapai tujuan Disperindag yang dirumuskan
dalam bentuk strategi serta menentukan lingkup dari arsitektur yang akan
dikembangkanberdasarkan dari tupoksi dari setiap bidang.
2. Business
Architecture
Mendefinisikan kondisi awal arsitektur bisnis, menentukan
model bisnis atau
aktivitas bisnis yang diinginkan berdasarkan skenario
bisnis. Pada tahap ini tools dan metode umum untuk pemodelan seperti: Usecase
Diagram, Activity Diagram dan Squence Diagramdapat digunakan untuk membangun
model yang diperlukan.
3. Information
Sistem Architecture
Pada tahapan ini lebih menekankan pada aktivitas bagaimana
arsitektur sistem informasi dikembangkan. Pendefinisian arsitektur sistem
informasi dalam tahapan ini meliputi arsitektur data dan arsitektur aplikasi
yang akan digunakan oleh
organisasi. Arsitekur data lebih
memfokuskan pada bagaimana data digunakan untuk kebutuhan
fungsi bisnis, proses dan layanan. Teknik yang bisa digunakan dengan yaitu:
ER-Diagram.
4. Technology
Architecture
Membangun arsitektur teknologi yang diinginkan, dimulai dari
penentuan jenis kandidat teknologi yang diperlukan. Meliputi perangkat lunak
dan perangkat
keras.Teknik yang digunakan
meliputiarsitektur teknologi dan arsitektur jaringan.
5. Opportunities
and Solution
Pada tahapan ini lebih menekan pada manfaatyang diperoleh
dari arsitektur enterprise yang meliputi arsitektur bisnis, arsitektur
data,arsitektur aplikasi dan arsitektur teknologi.
6. Migration
Planning
Pada tahapan ini akan dilakukan penilaian dalam menentukan
rencana migrasi dari suatu sistem informasi. Biasanya pada tahapan ini untuk
pemodelannya menggunakaan matrik penilaian dan keputusan terhadap kebutuhan
utama dan pendukung dalam organisasi terhadap impelemtasi sistem informasi.
7. Implementation
Governance
Dalam tahap ini , harus diketahui dahulu kelebihan dan
kekurangan dari sistem baru yang dibuat,dibawah ini identifikasi kelebihan dan
kekurangan dari business proses yang telah dirancang.
8. Arcitecture
Change Management
Dalam tahap ini dilakukan suatu pengawasan terhadap sistem
baik itu dari segi teknologi dan perubahan lingkungan di sekitar sistem, baik
internal maupun eksternal, setelah mendapatkan hasil
pengawasan dari sistem yang dibuat maka dibuat suatu
manajemenarsitektur untuk pengembangan dari sistem yang dibuat dahulu dengan
menggunakan metode yang lebih lengkap dan teratur.
Gambar 1.Architecture development method HASIL DAN
PEMBAHASAN
Tahapan dari Togaf ADM secara ringkas bisa dijelaskan
sebagai berikut dan hal paling penting terletak pada Architecture Visiondan
Business Architecturekarena rancangan dasar atau utama dari Togaf ADM.
1. Architecture Vision
Dalam Tahap ini Menciptakan keseragaman pandangan mengenai
pentingnya arsitektur enterprise untuk mencapai tujuan Disperindag yang
dirumuskan dalam bentuk strategi serta menentukan lingkup dari arsitektur yang
akan dikembangkanberdasarkan dari tupoksi dari setiap bidang yang di dapat dari
susunan organisasi (dapat dilihat di gambar 2).
Gambar 2. Susunan Organisasi Disperindag
2. Business Architecture
Mendefinisikan kondisi awal arsitektur bisnis, menentukan
model bisnis atau aktivitas bisnis yang diinginkan berdasarkan skenario bisnis
(dapat dilihat pada tabel 1). Pada tahap ini tools dan metode umum untuk
pemodelan seperti: Usecase Diagram, Activity Diagram dan Squence Diagramdapat
digunakan untuk membangun model yang diperlukan.
Tabel 1. Bisnis Arsitektur
No Business
Proses Domain Pengguna
1 Surat
menyurat Semua Domain
2 Inventaris Semua Domain
3 Pelatihan • Sarana
& Produksi Industri
• Bina
Usaha Industri
• Bina
Usaha Perdagangan
• Perlindungan Usaha &
Konsumen
• Pelaku
Industri
• Pelaku
Perdagangan
4 Perindustrian • Sarana
& Produksi Industri
• Bina
Usaha Industri
• Pelaku
Industri
5 Perlindungan
Usaha &
Konsumen • Perlindungan Usaha &
Konsumen
• Pelaku
Industri
• Pelaku
Perdagangan
• Masyarakat
6 Promosi • Sarana
& Produksi Industri
• Pelaku
Industri
• Pelaku
Perdagangan
• Masyarakat
7 Stimulasi • Sarana
& Produksi Industri
• Pelaku
Industri
KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
Kesimpulan dari penelitian ini adalah Enterprise
Architecture Framework (EAF). Untuk pengembangan kedepan, didalam membangun
blue print harus menerapkan suatu arsitektur berbasis obyek yaitu mengikuti
kerangka TOGAF ADM yang digunakan untuk pengambilan keputusan bagi
pejabat-pejabat struktural, dan Data Warehouse untuk integrasi data didalam
pengembangan E-Gov baik data data spasial ataupun non spasial. Rancangan
Enterprise Architectureini tunduk pada Peraturan Bupati Bangkalan nomor 38
tahun 2010 tentang Uraian Tugas Jabatan Struktural pada Dinas Perindustrian dan
Perdagangan.
2. Saran
Dari hasil perancangan business prosess ini, didapati
bebarapa kelemahan perancangan yang kedepannya diharapkan dapat
diperbaiki agar dapat berfungsi dengan lebih optimal, yaitu
penambahan rancangan bagian keuangan
DAFTAR PUSTAKA
[1] Yunis, R.,
Surendro, K. (2009).
Perancangan Model Enterprise
Architecture dengan TOGAF Architecture Development Method,
Prosiding SNATI, ISSN : 1907-5022, (UII, Yogyakarta), E25-E31.
[2] Yunis, R.,
Surendro, K. (2009). Model Enterprise Architecture Untuk Perguruan Tinggi Di Indonesia,
Prosiding semnasIF, ISSN : 1979-2328, (UPN “Veteran”, Yogyakarta), E72-E79.
[3] Supriyana,
Iyan (2010). Perencanaan Model Arsitektur Bisnis, Arsitektur Sistem Informasi
Dan Arsitektur Teknologi Dengan Menggunakan TOGAF: Studi Kasus Bakosurtanal,
Prosiding Jurnal
Generic, ISSN: 1907-4093, (Bakosurtanal, Jawa Barat), Vol. 5
No.1.
[4] Budi
Setiawan, Erwin (2009). Pemilihan Ea Framework, Prosiding SNATI, ISSN:
1907-5022, (Institut Teknologi Telkom, Bandung), B114-B19.
[5] Yunis
Roni, Surendro Krisdanto, Panjaitan Erwin S. Pemanfaatan TOGAF ADM untuk
Perancangan Model Enterprise Architecture. Institut Teknologi Bandung, Bandung.
[6] Yunis
Roni, Surendro Kridanto, Erwin Panjaitan S.. Pengembangan Model Arsitektur
Enterprise untuk Perguruan Tinggi. Institut Teknologi Bandung, Bandung.
[7] Kuswardani
Mutyarini, ST., dan Dr. Ir. Jaka Sembiring (2006). Arsitektur Sistem Informasi
untuk Institusi Perguruan Tinggi di Indonesia. Institut Teknologi Bandung,
Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar