Sabtu, 19 Juli 2014




APLIKASI EDITOR SKENARIO UNTUK PROSES PRODUKSI FILM
Nelly Oktavia Adiwijaya
Program Studi Sistem Informasi, Universitas Jember
E-mail: nelly.oa@unej.ac.id
Abstrak
Dukungan teknologi dan sistem komputer dalam suatu pekerjaan sangat diperlukan begitu pula dalam proses produksi film. Pengembangan sistem informasi untuk tahapan produksi film dapat membantu memudahkan para pekerja tim produksi film menyelesaikan tugasnya dan menyajikan hasilnya.Editor skenario merupakan suatu aplikasi yang dapat membantu seorang penulis skenario mengetik ide kreatif skenario untuk sebuah film. Permasalahan pada penelitian ini adalah, editor skenario ini mampu menyediakan tool pemformatan khusus skenario film yang tidak didapatkan pada aplikasi editor teks biasa. Aplikasi editor skenario ini dibuat berbasis web yang dapat dijalankan menggunakan web browser. Hasil penelitian ini dapat membantu melancarkan dan memudahkan para penulis skenario dalam menuangkan idenya tanpa harus direpotkan dengan pemformatan yang harus memenuhi aturan penulisan skenario film. Fitur pemformatan dalam aplikasi editor skenario ini dapat digunakan dengan langsung memilih jenis format sesuai kategori yang akan digunakan, sehingga proses penulisan skenario sekaligus pemformatannya dapat dilakukan secara mudah dan cepat.
Kata kunci: Sistem Informasi, produksi film, editor skenario
Abstract
Technology support and computer system in a completing various job(s) is needed as well as in the film production process. Development of information system for movie production stages can help the film production team to complete their task and to present the result. Scenario editor is an application that is useful to the screenwriter(s) which help them to type their creative ideas in film making. In this research, we propose scenario editor with screenplay tool and format which is not found in ordinary text application. This application is web-based. Moreover, this application facilitate the writers in expressing their ideas without having bothered with the screenplay writing format. Formatting features in this application can be used to directly select the category format, therefore the process of screenplay writing as well as text formatting can be done easily and quickly.
Key words: Information system, film production, scenario editor

PENDAHULUAN
Proses produksi film memiliki empat fase tahapan besar, yaitu development, pra-produksi, produksi, dan post-produksi (Cleve, 2006). Dalam fase pertama, produser menyiapkan dan memahami suatu ide untuk film kemudian dikembangkan menjadi paket rapi dan mencoba untuk meningkatkan produksi dana untuk mendapatkan proyek menjadi praproduksi. Pada tahap development ini pula sebuah skenario disiapkan. Permasalahan yang dihadapi penulis skenario khususnya di Indonesia adalah tool untuk

menulis. Studi kunjungan pernah dilakukan ke studio animasi Kojo Anima di Bandung. Proses pembuatan film animasi 3D secara umum sama dengan proses pembuatan film pada umumnya, perbedaannya adalah pada bagian produksinya tidak dilakukan syuting dengan pemeran film tapi dengan membuat animasi digital. Untuk proses development dan pra produksi khususnya pemnyusunan skenario, mereka masih menggunakan cara manual untuk penulisan skenario dan pemformatannya, serta pengalokasian waktu untuk masing-masing adegan masih dihitung manual. Pada saat diajukan perancangan untuk




aplikasi editor skenario, respon yang didapat sangat baik.
Wawancara juga dilakukan terhadap penulis scenario Indonesia, Salman Aristo, yaitu bagaimana seorang scriptwriter melakukan pekerjaannya. Dari hasil wawancara yang dilakukan di Jakarta pada saat acara Indonesia International Fantastic Film Festival, Salman Aristo mengatakan bahwa menulis skenario bisa muncul kapan saja dan sebisanya langsung dituangkan agar ide yang muncul tidak lupa. Kendalanya adalah penulisan skenario mempunyai aturan pemformatan tersendiri. Pemformatan skenario cukup banyak dan untuk menghindari hilangnya ide, penulisan dilakukan secara langsung tanpa format, baru kemudian ditata ulang sesuai dengan format baku. Saat ditanyakan tentang perlu tidaknya disediakan tool yang dapat membantu pekerjaannya menulis, tanggapannya adalah, sangat perlu. Tool yang ada yang pernah dipakai, masih sangat mahal dan kekurangannya adalah harus diinstal terlebih dahulu dan menggunakan format tersendiri untuk hasil penyimpanan filenya. Ketika file skenario tersebut dikirim atau dibuka dalam computer lain maka computer tersebut harus pula menginstal software editor skenario tersebut.
Dari hasil wawancara dan kunjungan studi tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan permasalahan bagaimana seorang penulis skenario dapat menulis skenario dengan menggunakan suatu aplikasi yang otomatis menyediakan fitur-fitur khusus dalam pemformatan skenario film.
Tujuan penelitian ini adalah merancang dan mengimplementasikan suatu aplikasi berbasis web untuk editor skenario. Harapannya disini adalah dapat membantu mempermudah pekerjaan penulis skenario dalam menuliskan idenya menjadi sebuah skenario. Aplikasi ini dilengkapi dengan tool formatting serta berbasis web sehigga dapat dibuka dari browser dan tidak harus menginstal di setiap computer untuk membuka file yang tersimpan.
FORMAT SKENARIO FILM
Format dari screenplay atau skenario adalah sebuah penyajian secara seksama apa yang terjadi dalam setiap adegan dalam setiap
scene.   Manager              produksi               dapat
mengidentifikasi elemen-elemen dalam skrip (karakter, lokasi/background, props, dll) yang

akan berpengaruh pada jadwal dan dana, para actor juga dapat menemukan tugas dan posisinya dengan mudah, dan sutradara akan mempunyai sebuah blueprint dimana dia dapat membuat shooting script.
Pengaturan formatnya adalah sebagai berikut (Antonini.L, 2005):
1.            Aturan 1 – teks hitam pada kertas berukuran 8.5” x 11” atau seukuran dengan kertas kwarto
2.            Aturan 2 – font Courier 12pt
3.            Aturan 3 – rule 1 dan rule 2 tidak boleh dilanggar
4.            Aturan 4 – Margin :
Untuk setiap halaman (dapat bervariasi, namun harus standar pada keseluruhan skrip):
- left margin = 1.5” dan right margin = 1.0”;
- top margin = 1.0” dan bottom margin = 1.0”.
Margin kiri lebih besar untuk area penjilid-an, dapat juga disamakan semua ukuran margin.
Untuk kata-kata dalam setiap halaman, pemenggalan baris dan deskripsi scene adalah rata kiri dan kanan.
Dialog mempunyai left margin = 2.5” dan right margin = 2.5”
Nama karakter di atas dialog yang berkaitan mempunyai left margin = 3.5” Parenthetical direction (arahan) dalam dialog mempunyai left margin dan right margin sebesar 3”.
Transisi scene seperti CUT TO dan FADE OUT mempunyai left margin 6” atau rata kanan.
5.            Aturan 5 – nomor halaman.
Diletakkan di pojok kanan atas halaman. Halaman pertama tanpa nomor halaman, dimulai dari halaman kedua. Hal umum dan bermanfaat adalah meletakkan periode setelah nomor halaman untuk menghindari kebingungan dengan nomor scene.
6.            Aturan 6 – SPASI, deskripsi scene dan blok dialog berspasi satu/single. Semua yang lain dipisah oleh spasi ganda.
7.            Aturan 7 – NOMOR SCENE, untuk sebuah shooting script yang ditujukan untuk memberi catatan khusus, maka harus diberi nomor scene.
Nomor scene adalah berurut dimulai dari 1 dan ditempatkan pada baris yang sama dengan judul scene, baik di kanan dan di




kiri. Ketika sebuah scene ditambahkan diantara scene yang telah ada, scene tersebut diberi label sama yang kemudian diikuti dengan A (kemudian B jika ada tambahan lagi).
Scene yang dihilangkan masih disajikan dalam shooting script dengan diberi tanda pada nomor scene yaitu dengan kata “OMIT”. Hal ini untuk memberi tahu setiap orang tentang adanya perubahan yang terjadi.
8.            Aturan 8 – JUDUL SCENE, untuk setiap scene baru- misalnya ketika ada perubahan lokasi dalam action (fisik atau sementara), ada sebuah judul scene baru. Judul menyatakan 3 hal yaitu Setting, Lokasi dan Time of Day. Semuanya selalu ditulis capital.
Contoh:
INT. KIT’S CLASSROOM – NIGHT (setting) (lokasi) (Time of Day) SETTING: Ada 2 pilihan yaitu INT (interior) dan EXT (exterior). Semua yang tertutup masuk dalam INT, semua yang berada di luar masuk dalam EXT.
LOKASI: dua spasi kemudian nama lokasi singkat, menjelaskan tipe tempat yang digunakan.
TIME OF DAY: selalu ada strip antara lokasi dan time of day. Secara umum dinyatakan sebagai DAY atau NIGHT walaupun sedang fajar atau senja- jika diperlukan penjelasan tambahan letakkan dalam deskripsi scene.
9.            Aturan 9 – SCENE BREAK, setiap rangkaian (kumpulan scene yang memuat klimaks action) diakhiri dengan sebuah scene break. Hal ini membantu anda mempercepat ritme cerita anda.
Secara umum digunakan hal berikut dan tempatkan di margin kanan:
CUT TO: dan 2 baris kosong berarti sangat sedikit waktu dipakai.
DISSOLVE TO: dan 2 baris kosong berarti beberapa waktu dipakai.
FADE OUT: dan 2 baris kosong berarti banyak waktu dipakai.
10.         Aturan 10 – CONTINUED atau CONT’D, digunakan ketika baris karakter atau deskripsi scene harus muncul pada halaman berikutnya. Gunakan CONT’D pada bagian bawah halaman, rata kanan; dapat juga ditambahkan CONT’D pada bagian atas halaman berikutnya, rata kiri.

11.         Aturan 11 – DESKRIPSI SCENE, menyatakan apa yang dilakukan karakter, relasi terhadap yang lain dan lingkungannya. Juga dapat untuk menjelaskan karakter. Terlalu banyak detail akan memperlambat kecepatan pembaca. Buatlah tepat dan lancar. Semua diberi spasi tunggal.
Ketika memperkenalkan karakter baru dalam skenario, nama karakter ditulis dalam huruf kapital. Hanya sekali, hal ini akan memberi tanda pada pembaca bahwa karakter tersebut adalah baru. Juga tulis dalam kapital untuk props dan suara penting. Dalam scenario dihindari deskripsi arahan kamera.
12.         Aturan 12 – DIALOG, nama karakter selalu dalam huruf capital. Jika karakter tidak tampak dalam scene, dapat ditambahkan sebuah vocal arahan yang selalu ada dalam parenthesis dan mengikuti nama aktor – (Off screen) (Voice over).
Di bawah nama karakter dalam parenthesis dapat ditambahkan arahan khusus untuk karakter tersebut. Catatan, hal ini hanya dilakukan ketika benar-benar dibutuhkan untuk menyoroti sebuah kesan emosional atau aksi spesifik plot. Contoh: (Shaking) atau (cracking gum). Kemudian diberi pindah baris lalu menuliskan dialog menggunakan margin dari Aturan 3.
Jangan pernah menuliskan nama karakter di bagian paling bawah halaman lalu dialognya pada halaman berikutnya.
13.         Aturan 13 – JUDUL HALAMAN, berada di tengah sekitar 1/3 bagian halaman ke bawah kemudian 4-6 baris ke bawah, masih rata tengah. Pada bagian bawah, sudut kanan harus ada nama orang/perusahaan yang mengeluarkan skenario tersebut dilengkapi dengan kontak informasi.
TinyMCE
Pada pembuatan aplikasi editor skenario ini, digunakan engine TinyMCE. TinyMCE adalah platform editor WYSIWYG kontrol berbasis web independen Javascript HTML yang dirilis sebagai Open Source di bawah LGPL oleh Moxiecode Sistem AB. Memiliki kemampuan untuk mengkonversi field HTML textarea atau elemen HTML lain menjadi




obyek editor. TinyMCE sangat mudah untuk diintegrasikan ke dalam Sistem Manajemen Konten lainnya.

Gambar 1. Contoh skenario dengan format
standar
Fitur TinyMCE:
- mudah diintegrasi, hanya diperlukan beberapa baris kode saja untuk mengintegrasikannya;
- dapat dikustomisasi, theme dan plugin, elemen-elemen blok yang tidak sah dan elemen atribut;
- browserfriendly, dapat menggunakan browser Mozilla, MSIE, FireFox, Opera, Safari dan Chrome;
- mendukung teknologi AJAX, dapat menggunakan teknologi ajax dengan mudah untuk menyimpan dan memanggil isi;
- internasional, mendukung berbagai bahasa menggunakan paket language;
- opensource, free di bawah lisensi LGPL (AB.M.S, 2009).
ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM DAN PERANCANGAN
Kebutuhan fungsional aplikasi editor skenario:
1.            Sistem mampu menyediakan tempat bagi penulis skenario untuk menulis skenario;
2.            Editor skenario dilengkapi tool pemformatan sesuai standar penulisan skenario;

Spesifikasi Kebutuhan Sistem
Komputer Pentium dengan RAM 128MB untuk menjalankan web browser, kapasitas memori utama (Hard Disk) 1GB.
Web browser untuk membuka aplikasi, lebih disarankan menggunakan Opera untuk mendukung kemampuan tampilan aplikasi. Basis data MySQL 5.0 yang bersifat freeware.
Pemodelan sistem
Secara garis besar aliran kerja proses pada aplikasi editor skenario dapat digambarkan dalam blok diagram dan sequence diagram seperti pada gambar 2 dan gambar 3 berikut
Gambar 2. Blok diagram editor skenario
Sequence diagram digunakan untuk menggambarkan rangkaian langkah yang dilakukan sebagai respon dari sebuah event untuk menghasilkan keluaran tertentu (Donald.B, 2003). Sequence diagram diawali dari apa yang memicu aktifitas tersebut, proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan keluaran apa yang dihasilkan.

Gambar 3. Sequence diagram penulisan
skenario
Implementasi
Implementasi dari perancangan system menggunakan perangkat implementasi sebagai berikut:




Perangkat Lunak
Untuk mendukung pembuatan aplikasi sistem, digunakan beberapa software sebagai berikut.
1.            Bahasa pemrograman, digunakan bahasa pemrograman PHP 5.2.4 sebagai script server, Javascript sebagai script dinamis client, CSS sebagai script style.
2.            Web Design, dalam membuat desain tampilan ini digunakan Adobe Photoshop CS3 dan digunakan Adobe Dreamweaver CS3 serta microsoft Frontpage 2003 tergantung dari kebutuhan auto licence pada saat melakukan coding script.
3.            Basis data, basis data yang dipakai adalah aplikasi MySQL 5.0 yang bersifat freeware. Dengan editor MyDeveloper Studio memudahkan dalam perancangan dan pembangunan database.
4.            Web server, web server yang digunakan adalah Apache 2.2.6 dengan sisitem operasi yang digunakan adalah Windows XP.
5.            Web browser, web browser yang dipakai adalah Opera 9.
Perangkat keras
Lingkungan perangkat keras yang digunakan dalam pengimplementasian sistem berspesifikasi:
1.            processor Intel Pentium Dual Core 1.7 Ghz;
2.            RAM 1024 MB
Tampilan Antarmuka
Antarmuka pengguna atau yang biasa disebut user interface merupakan bentuk tampilan grafis yang berhubungan langsung dengan pengguna (user). Antarmuka berfungsi untuk menghubungkan informasi antara pengguna dengan sistem, sehingga tersebut dapat digunakan. Pada gambar 4 merupakan antarmuka untuk editor skenario.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil perancangan serta implementasi aplikasi editor scenario film, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1.            Aplikasi editor scenario ini mampu memberikan fitur pemformatan khusus penulisan scenario yang mudah digunakan.
2.            Aplikasi editor scenario ini dijalankan melalui web browser untuk kemudahan penggunaannya.


Gambar 4. Antarmuka editor skenario
Penulis mengharapkan penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut, diantaranya:
1.            Kemampuan aplikasi yang didukung dengan fasilitas resume komponen dan kategori dalam sebuah scenario film, untuk kemudahan dalam pelaksanaan tahapan produksi film berikutnya yaitu pra produksi.
2.            Kemampuan aplikasi untuk mencetak dokumen scenario misalnya ke dalam bentuk PDF atau berdasarkan filter scene.
DAFTAR REFERENSI
[1]          AB, M. S., http://tinymce.moxiecode. com/index.php, 27 januari 2009
[2]          Antonini, L. (2005), 4 Juni 2009, Screenplay            Formatting,
http://www.mediachops.com/producer_ch ops/1_Production_Cycle/PDFs/screenplay _formatting.pdf
[3]          Bell, Donald. (2003). UML Basics:An introduction to the Unified Modeling Language. http://www.ibm.com/developerworks/ratio nal/library/769.html . 3 Agustus 2012
[4]          Cleve, B. (2006). Film Production Management 3rd ed. USA: Focal Press.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar