APLIKASI EDITOR SKENARIO UNTUK PROSES PRODUKSI FILM
Nelly Oktavia Adiwijaya
Program Studi Sistem Informasi, Universitas Jember
E-mail: nelly.oa@unej.ac.id
Abstrak
Dukungan teknologi dan sistem komputer dalam suatu pekerjaan
sangat diperlukan begitu pula dalam proses produksi film. Pengembangan sistem
informasi untuk tahapan produksi film dapat membantu memudahkan para pekerja
tim produksi film menyelesaikan tugasnya dan menyajikan hasilnya.Editor
skenario merupakan suatu aplikasi yang dapat membantu seorang penulis skenario
mengetik ide kreatif skenario untuk sebuah film. Permasalahan pada penelitian
ini adalah, editor skenario ini mampu menyediakan tool pemformatan khusus
skenario film yang tidak didapatkan pada aplikasi editor teks biasa. Aplikasi
editor skenario ini dibuat berbasis web yang dapat dijalankan menggunakan web
browser. Hasil penelitian ini dapat membantu melancarkan dan memudahkan para
penulis skenario dalam menuangkan idenya tanpa harus direpotkan dengan
pemformatan yang harus memenuhi aturan penulisan skenario film. Fitur
pemformatan dalam aplikasi editor skenario ini dapat digunakan dengan langsung
memilih jenis format sesuai kategori yang akan digunakan, sehingga proses
penulisan skenario sekaligus pemformatannya dapat dilakukan secara mudah dan
cepat.
Kata kunci: Sistem Informasi, produksi film, editor skenario
Abstract
Technology support and computer system in a completing
various job(s) is needed as well as in the film production process. Development
of information system for movie production stages can help the film production
team to complete their task and to present the result. Scenario editor is an
application that is useful to the screenwriter(s) which help them to type their
creative ideas in film making. In this research, we propose scenario editor
with screenplay tool and format which is not found in ordinary text
application. This application is web-based. Moreover, this application
facilitate the writers in expressing their ideas without having bothered with
the screenplay writing format. Formatting features in this application can be
used to directly select the category format, therefore the process of
screenplay writing as well as text formatting can be done easily and quickly.
Key words: Information system, film production, scenario
editor
PENDAHULUAN
Proses produksi film memiliki empat fase tahapan besar,
yaitu development, pra-produksi, produksi, dan post-produksi (Cleve, 2006).
Dalam fase pertama, produser menyiapkan dan memahami suatu ide untuk film
kemudian dikembangkan menjadi paket rapi dan mencoba untuk meningkatkan
produksi dana untuk mendapatkan proyek menjadi praproduksi. Pada tahap
development ini pula sebuah skenario disiapkan. Permasalahan yang dihadapi
penulis skenario khususnya di Indonesia adalah tool untuk
menulis. Studi kunjungan pernah dilakukan ke studio animasi
Kojo Anima di Bandung. Proses pembuatan film animasi 3D secara umum sama dengan
proses pembuatan film pada umumnya, perbedaannya adalah pada bagian produksinya
tidak dilakukan syuting dengan pemeran film tapi dengan membuat animasi
digital. Untuk proses development dan pra produksi khususnya pemnyusunan
skenario, mereka masih menggunakan cara manual untuk penulisan skenario dan
pemformatannya, serta pengalokasian waktu untuk masing-masing adegan masih
dihitung manual. Pada saat diajukan perancangan untuk
aplikasi editor skenario, respon yang didapat sangat baik.
Wawancara juga dilakukan terhadap penulis scenario
Indonesia, Salman Aristo, yaitu bagaimana seorang scriptwriter melakukan
pekerjaannya. Dari hasil wawancara yang dilakukan di Jakarta pada saat acara
Indonesia International Fantastic Film Festival, Salman Aristo mengatakan bahwa
menulis skenario bisa muncul kapan saja dan sebisanya langsung dituangkan agar
ide yang muncul tidak lupa. Kendalanya adalah penulisan skenario mempunyai
aturan pemformatan tersendiri. Pemformatan skenario cukup banyak dan untuk
menghindari hilangnya ide, penulisan dilakukan secara langsung tanpa format,
baru kemudian ditata ulang sesuai dengan format baku. Saat ditanyakan tentang
perlu tidaknya disediakan tool yang dapat membantu pekerjaannya menulis,
tanggapannya adalah, sangat perlu. Tool yang ada yang pernah dipakai, masih
sangat mahal dan kekurangannya adalah harus diinstal terlebih dahulu dan
menggunakan format tersendiri untuk hasil penyimpanan filenya. Ketika file
skenario tersebut dikirim atau dibuka dalam computer lain maka computer
tersebut harus pula menginstal software editor skenario tersebut.
Dari hasil wawancara dan kunjungan studi tersebut, maka
penelitian ini dilakukan dengan permasalahan bagaimana seorang penulis skenario
dapat menulis skenario dengan menggunakan suatu aplikasi yang otomatis
menyediakan fitur-fitur khusus dalam pemformatan skenario film.
Tujuan penelitian ini adalah merancang dan
mengimplementasikan suatu aplikasi berbasis web untuk editor skenario.
Harapannya disini adalah dapat membantu mempermudah pekerjaan penulis skenario
dalam menuliskan idenya menjadi sebuah skenario. Aplikasi ini dilengkapi dengan
tool formatting serta berbasis web sehigga dapat dibuka dari browser dan tidak
harus menginstal di setiap computer untuk membuka file yang tersimpan.
FORMAT SKENARIO FILM
Format dari screenplay atau skenario adalah sebuah penyajian
secara seksama apa yang terjadi dalam setiap adegan dalam setiap
scene. Manager produksi dapat
mengidentifikasi elemen-elemen dalam skrip (karakter,
lokasi/background, props, dll) yang
akan berpengaruh pada jadwal dan dana, para actor juga dapat
menemukan tugas dan posisinya dengan mudah, dan sutradara akan mempunyai sebuah
blueprint dimana dia dapat membuat shooting script.
Pengaturan formatnya adalah sebagai berikut (Antonini.L,
2005):
1. Aturan 1
– teks hitam pada kertas berukuran 8.5” x 11” atau seukuran dengan kertas
kwarto
2. Aturan 2
– font Courier 12pt
3. Aturan 3
– rule 1 dan rule 2 tidak boleh dilanggar
4. Aturan 4
– Margin :
Untuk setiap halaman (dapat bervariasi, namun harus standar
pada keseluruhan skrip):
- left margin = 1.5” dan right margin = 1.0”;
- top margin = 1.0” dan bottom margin = 1.0”.
Margin kiri lebih besar untuk area penjilid-an, dapat juga
disamakan semua ukuran margin.
Untuk kata-kata dalam setiap halaman, pemenggalan baris dan
deskripsi scene adalah rata kiri dan kanan.
Dialog mempunyai left margin = 2.5” dan right margin = 2.5”
Nama karakter di atas dialog yang berkaitan mempunyai left
margin = 3.5” Parenthetical direction (arahan) dalam dialog mempunyai left
margin dan right margin sebesar 3”.
Transisi scene seperti CUT TO dan FADE OUT mempunyai left
margin 6” atau rata kanan.
5. Aturan 5
– nomor halaman.
Diletakkan di pojok kanan atas halaman. Halaman pertama
tanpa nomor halaman, dimulai dari halaman kedua. Hal umum dan bermanfaat adalah
meletakkan periode setelah nomor halaman untuk menghindari kebingungan dengan
nomor scene.
6. Aturan 6
– SPASI, deskripsi scene dan blok dialog berspasi satu/single. Semua yang lain
dipisah oleh spasi ganda.
7. Aturan 7
– NOMOR SCENE, untuk sebuah shooting script yang ditujukan untuk memberi
catatan khusus, maka harus diberi nomor scene.
Nomor scene adalah berurut dimulai dari 1 dan ditempatkan
pada baris yang sama dengan judul scene, baik di kanan dan di
kiri. Ketika sebuah scene ditambahkan diantara scene yang
telah ada, scene tersebut diberi label sama yang kemudian diikuti dengan A
(kemudian B jika ada tambahan lagi).
Scene yang dihilangkan masih disajikan dalam shooting script
dengan diberi tanda pada nomor scene yaitu dengan kata “OMIT”. Hal ini untuk
memberi tahu setiap orang tentang adanya perubahan yang terjadi.
8. Aturan 8
– JUDUL SCENE, untuk setiap scene baru- misalnya ketika ada perubahan lokasi
dalam action (fisik atau sementara), ada sebuah judul scene baru. Judul
menyatakan 3 hal yaitu Setting, Lokasi dan Time of Day. Semuanya selalu ditulis
capital.
Contoh:
INT. KIT’S CLASSROOM – NIGHT (setting) (lokasi) (Time of
Day) SETTING: Ada 2 pilihan yaitu INT (interior) dan EXT (exterior). Semua yang
tertutup masuk dalam INT, semua yang berada di luar masuk dalam EXT.
LOKASI: dua spasi kemudian nama lokasi singkat, menjelaskan
tipe tempat yang digunakan.
TIME OF DAY: selalu ada strip antara lokasi dan time of day.
Secara umum dinyatakan sebagai DAY atau NIGHT walaupun sedang fajar atau senja-
jika diperlukan penjelasan tambahan letakkan dalam deskripsi scene.
9. Aturan 9
– SCENE BREAK, setiap rangkaian (kumpulan scene yang memuat klimaks action)
diakhiri dengan sebuah scene break. Hal ini membantu anda mempercepat ritme
cerita anda.
Secara umum digunakan hal berikut dan tempatkan di margin
kanan:
CUT TO: dan 2 baris kosong berarti sangat sedikit waktu
dipakai.
DISSOLVE TO: dan 2 baris kosong berarti beberapa waktu
dipakai.
FADE OUT: dan 2 baris kosong berarti banyak waktu dipakai.
10. Aturan 10 –
CONTINUED atau CONT’D, digunakan ketika baris karakter atau deskripsi scene
harus muncul pada halaman berikutnya. Gunakan CONT’D pada bagian bawah halaman,
rata kanan; dapat juga ditambahkan CONT’D pada bagian atas halaman berikutnya,
rata kiri.
11. Aturan 11 –
DESKRIPSI SCENE, menyatakan apa yang dilakukan karakter, relasi terhadap yang
lain dan lingkungannya. Juga dapat untuk menjelaskan karakter. Terlalu banyak
detail akan memperlambat kecepatan pembaca. Buatlah tepat dan lancar. Semua
diberi spasi tunggal.
Ketika memperkenalkan karakter baru dalam skenario, nama
karakter ditulis dalam huruf kapital. Hanya sekali, hal ini akan memberi tanda
pada pembaca bahwa karakter tersebut adalah baru. Juga tulis dalam kapital
untuk props dan suara penting. Dalam scenario dihindari deskripsi arahan
kamera.
12. Aturan 12 –
DIALOG, nama karakter selalu dalam huruf capital. Jika karakter tidak tampak
dalam scene, dapat ditambahkan sebuah vocal arahan yang selalu ada dalam
parenthesis dan mengikuti nama aktor – (Off screen) (Voice over).
Di bawah nama karakter dalam parenthesis dapat ditambahkan
arahan khusus untuk karakter tersebut. Catatan, hal ini hanya dilakukan ketika
benar-benar dibutuhkan untuk menyoroti sebuah kesan emosional atau aksi
spesifik plot. Contoh: (Shaking) atau (cracking gum). Kemudian diberi pindah
baris lalu menuliskan dialog menggunakan margin dari Aturan 3.
Jangan pernah menuliskan nama karakter di bagian paling
bawah halaman lalu dialognya pada halaman berikutnya.
13. Aturan 13 –
JUDUL HALAMAN, berada di tengah sekitar 1/3 bagian halaman ke bawah kemudian
4-6 baris ke bawah, masih rata tengah. Pada bagian bawah, sudut kanan harus ada
nama orang/perusahaan yang mengeluarkan skenario tersebut dilengkapi dengan
kontak informasi.
TinyMCE
Pada pembuatan aplikasi editor skenario ini, digunakan
engine TinyMCE. TinyMCE adalah platform editor WYSIWYG kontrol berbasis web
independen Javascript HTML yang dirilis sebagai Open Source di bawah LGPL oleh
Moxiecode Sistem AB. Memiliki kemampuan untuk mengkonversi field HTML textarea
atau elemen HTML lain menjadi
obyek editor. TinyMCE sangat mudah untuk diintegrasikan ke
dalam Sistem Manajemen Konten lainnya.
Gambar 1. Contoh skenario dengan format
standar
Fitur TinyMCE:
- mudah diintegrasi, hanya diperlukan beberapa baris kode
saja untuk mengintegrasikannya;
- dapat dikustomisasi, theme dan plugin, elemen-elemen blok
yang tidak sah dan elemen atribut;
- browserfriendly, dapat menggunakan browser Mozilla, MSIE,
FireFox, Opera, Safari dan Chrome;
- mendukung teknologi AJAX, dapat menggunakan teknologi ajax
dengan mudah untuk menyimpan dan memanggil isi;
- internasional, mendukung berbagai bahasa menggunakan paket
language;
- opensource, free di bawah lisensi LGPL (AB.M.S, 2009).
ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM DAN PERANCANGAN
Kebutuhan fungsional aplikasi editor skenario:
1. Sistem
mampu menyediakan tempat bagi penulis skenario untuk menulis skenario;
2. Editor
skenario dilengkapi tool pemformatan sesuai standar penulisan skenario;
Spesifikasi Kebutuhan Sistem
Komputer Pentium dengan RAM 128MB untuk menjalankan web
browser, kapasitas memori utama (Hard Disk) 1GB.
Web browser untuk membuka aplikasi, lebih disarankan
menggunakan Opera untuk mendukung kemampuan tampilan aplikasi. Basis data MySQL
5.0 yang bersifat freeware.
Pemodelan sistem
Secara garis besar aliran kerja proses pada aplikasi editor
skenario dapat digambarkan dalam blok diagram dan sequence diagram seperti pada
gambar 2 dan gambar 3 berikut
Gambar 2. Blok diagram editor skenario
Sequence diagram digunakan untuk menggambarkan rangkaian
langkah yang dilakukan sebagai respon dari sebuah event untuk menghasilkan
keluaran tertentu (Donald.B, 2003). Sequence diagram diawali dari apa yang
memicu aktifitas tersebut, proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara
internal dan keluaran apa yang dihasilkan.
Gambar 3. Sequence diagram penulisan
skenario
Implementasi
Implementasi dari perancangan system menggunakan perangkat
implementasi sebagai berikut:
Perangkat Lunak
Untuk mendukung pembuatan aplikasi sistem, digunakan
beberapa software sebagai berikut.
1. Bahasa
pemrograman, digunakan bahasa pemrograman PHP 5.2.4 sebagai script server,
Javascript sebagai script dinamis client, CSS sebagai script style.
2. Web
Design, dalam membuat desain tampilan ini digunakan Adobe Photoshop CS3 dan
digunakan Adobe Dreamweaver CS3 serta microsoft Frontpage 2003 tergantung dari
kebutuhan auto licence pada saat melakukan coding script.
3. Basis
data, basis data yang dipakai adalah aplikasi MySQL 5.0 yang bersifat freeware.
Dengan editor MyDeveloper Studio memudahkan dalam perancangan dan pembangunan
database.
4. Web
server, web server yang digunakan adalah Apache 2.2.6 dengan sisitem operasi
yang digunakan adalah Windows XP.
5. Web
browser, web browser yang dipakai adalah Opera 9.
Perangkat keras
Lingkungan perangkat keras yang digunakan dalam
pengimplementasian sistem berspesifikasi:
1. processor
Intel Pentium Dual Core 1.7 Ghz;
2. RAM 1024
MB
Tampilan Antarmuka
Antarmuka pengguna atau yang biasa disebut user interface
merupakan bentuk tampilan grafis yang berhubungan langsung dengan pengguna
(user). Antarmuka berfungsi untuk menghubungkan informasi antara pengguna
dengan sistem, sehingga tersebut dapat digunakan. Pada gambar 4 merupakan
antarmuka untuk editor skenario.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil perancangan serta implementasi aplikasi
editor scenario film, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Aplikasi
editor scenario ini mampu memberikan fitur pemformatan khusus penulisan
scenario yang mudah digunakan.
2. Aplikasi
editor scenario ini dijalankan melalui web browser untuk kemudahan
penggunaannya.
Gambar 4. Antarmuka editor skenario
Penulis mengharapkan penelitian ini dapat dikembangkan lebih
lanjut, diantaranya:
1. Kemampuan
aplikasi yang didukung dengan fasilitas resume komponen dan kategori dalam sebuah
scenario film, untuk kemudahan dalam pelaksanaan tahapan produksi film
berikutnya yaitu pra produksi.
2. Kemampuan
aplikasi untuk mencetak dokumen scenario misalnya ke dalam bentuk PDF atau
berdasarkan filter scene.
DAFTAR REFERENSI
[1] AB, M. S.,
http://tinymce.moxiecode. com/index.php, 27 januari 2009
[2] Antonini,
L. (2005), 4 Juni 2009, Screenplay Formatting,
http://www.mediachops.com/producer_ch
ops/1_Production_Cycle/PDFs/screenplay _formatting.pdf
[3] Bell,
Donald. (2003). UML Basics:An introduction to the Unified Modeling Language.
http://www.ibm.com/developerworks/ratio nal/library/769.html . 3 Agustus 2012
[4] Cleve, B.
(2006). Film Production Management 3rd ed. USA: Focal Press.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar