IMPLEMENTASI CRM PADA RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI
PENJUALAN ONLINE DAN INVENTORI BERBASIS B2C (BUSINESS 2 CUSTOMER)
Eka Widhi Yunarso
Program Studi Manajemen Informatika, Politeknik Telkom
Bandung
E-mail: ewd@politekniktelkom.ac.id
Abstrak
Pasar merupakan pusat perbelanjaan barang manufaktur.
Variasi barang yang dijual dan banyak kios yang ada dalam pasar menimbulkan
permasalahan diproses inventori dan penjualan. Tidak semua pembeli mau datang
ke pasar, seperti kendala tempat yang jauh, sulitnya mencari letak kios yang
menjual barang tertentu. Dari sisi penjual, adanya kesulitan memasarkan produk
yang dijual, proses pencatatan transaksi penjualan masih dilakukan secara
manual dan terdapat ketidakcocokan antara barang di gudang dengan data yang
dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang ada
melalui perancangan sistem informasi dengan mengimplementasikan konsep CRM.
Rancang bangun sistem menggunakan 3 aktifitas utama yaitu Data Collecting, CRM
Analysis, Structured Methodology. Hasil akhir dari penelitian ini adalah desain
Sistem Informasi Penjualan Online dan Inventori berbasis B2C, menggunakan
teknologi ICT dalam menghubungkan antara penjual dengan pembeli dalam proses
pencarian barang, mengelola transaksi penjualan barang, proses pengelolaan
barang hingga proses pelaporan.
Kata kunci: Penjualan, Inventori, CRM, Data Collecting, CRM
Analysis, Structured Methodology.
Abstract
The market is the shopping goods manufacturing. Variations
of goods sold and a lot of stalls in the market cause problems processed
inventory and sales. Not all buyers will come into the market, such as the
constraints of a distant, difficult to find the location of stalls selling a
particular item. From the seller's side, the difficulty of marketing products
sold, sales transaction recording process is still done manually and there is a
mismatch between the goods in the warehouse with the data they hold. This study
aims to address the existing problems through the design of information systems
by implementing the concept of CRM. The design of the system using the 3 main
activities Collecting Data, CRM Analysis, Structured Methodology. The end
result of this research is the design of Information Systems Online Sales and
Inventory based B2C, ICT technology in connecting between sellers with buyers
in the search process goods, manages the sale of goods, the management of the
goods to the reporting process.
Key words: Sales, Inventory, CRM, Data Collecting, CRM
Analysis, Structured Methodology.
PENDAHULUAN
Pasar merupakan pusat perbelanjaan barang manufaktur yang
bervariasi, mulai dari pakaian bayi, anak-anak hingga dewasa. Pasar memiliki
daya tarik akan produk yang dijual dengan harga murah serta kualitas yang cukup
baik. Tidak semua pembeli mau datang ke pasar, seperti kendala tempat yang
jauh, sulitnya mencari letak kios yang menjual barang tertentu. Dari sisi
penjual, adanya kesulitan memasarkan produk yang dijual, proses pencatatan
transaksi penjualan masih dilakukan secara manual dan terdapat ketidakcocokan
antara barang di gudang dengan data yang dimiliki.
Customer Relationship Management (CRM) adalah salah satu
bentuk aplikasi Teknologi Informasi dalam departemen penjualan di sebuah
perusahaan. Sistem Informasi Penjualan Online dan Inventori merupakan salah
satu bentuk pemanfaatan
teknologi informasi yang dapat
diimplementasikan untuk mengatasi
permasalahan di atas.
Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana menghubungkan
penjual dengan pembeli melalui teknologi ICT dalam proses pencarian barang,
mengelola transaksi penjualan barang, proses pengelolaan barang hingga proses
pelaporan.
TINJAUAN PUSTAKA
Data Flow Diagram (DFD)
DFD merupakan suatu gambaran grafis dari suatu sistem yang
menggambarkan
sejumlah bentuk simbol untuk
menggambarkan bagaimana data mengalir melalui suatu proses
yang saling berkaitan. Diagram ini menekankan pada proses alir data yang
terjadi. DFD terdiri dari empat simbol, yaitu : Entitas eksternal, proses,
aliran data, serta penyimpanan data. Simbol-simbol ini digunakan untuk elemen
elemen lingkungan yang terhubung dengan sistem [1].
Entity Relationship Diagram (ERD)
Entity Relationship Diagram (ERD) adalah diagram yang
menggambarkan keterhubungan antara data secara konseptual. Penggambaran
keterhubungan antara data ini didasarkan pada anggapan bahwa dunia nyata
terdiri dari
kumpulan objek yang disebut entitas dan hubungan yang
terjadi diantaranya yang disebut relasi [1].
Customer Relationship Management (CRM)
Customer Relationship Management (CRM) dapat didefinisikan
sebagai sebuah pengelolaan hubungan dua arah antara suatu perusahaan dengan
orang yang menjadi pelanggan di perusahaan tersebut. CRM dalam perkembangannya
juga dapat didefinisikan sebagai sebuah istilah industri TI untuk metodologi,
strategi, perangkat lunak dan atau aplikasi lain yang mampu membantu sebuah
perusahaan untuk mengelola hubungan dengan para pelanggan. [6]
Inventori
Menurut Koher,Eric L.A. Inventori adalah : "Bahan baku
dan penolong, barang jadi dan barang dalam proses produksi dana barang-barang
yang tersedia, yang dimiliki dalam perjalanan dalam tempat penyimpanan atau
konsinyasikan kepada pihak lain pada akhir periode". Inventori meliputi
semua barang yang dimiliki perusahaan pada saat tertentu, dengan tujuan untuk
dijual kembali atau dikomsumsikan dalam siklus operasi normal perusahaan
sebagai barang yang dimiliki untuk dijual atau diasumsikan untuk dimasa yang
akan datang, semua barang yang berwujud dapat disebut sebagai inventori,
tergantung dari sifat dan jenis usaha perusahaan. [3]
Ada 3 (tiga) prinsip dasar inventori:
1. Kapan
barang harus ada. Target yang harus dicapai adalah lakukan order pada waktu
yang tepat [3].
2. Berapa
jumlah yang harus ada. Target yang harus dicapai adalah mengadakan stok dengan
quality optimal. Perhitungan yang tepat yang menyangkut pola dan perilaku
barang dan pelanggan serta program kerja yang akan dicapai menjadi alat utama
untuk memastikan bahwa stok yang akan diadakan adalah optimal.
3. Dimana
barang yang akan diadakan. Target yang harus dicapai adalah bagaimana stok
disimpan ditempat yang strategis. Penyimpanan stok ditempat yang jauh dari
target pelanggan akan menyebabkan masa tunggu dan masa kirim (lead time)
menjadi lebih lama.
Penjualan
Penjualan adalah merupakan total jumlah yang dibebankan
kepada pelanggan atas barang dagangan yang dijual perusahaan, baik yang dijual
tunai maupun kredit. Total seharusnya tidak termasuk pajak penjualan, dimana
perusahaan diharuskan memungut dari pelanggan (pembeli) dan nama Negara. [5]
Pemodelan E-commerce
E-commerce atau Electronic Commerce merupakan suatu sistem
atau paradigmabaru dalam dunia bisnis, yang menggeser paradigma tradisional
commerce menjadi electronic commerce yaitu dengan memanfaatkan ICT (Information
and CommunicationTechnology) atau dengan kata lain teknologi Internet.
Definisi E-commerce secara umum dapat diartikan : “proses
membeli, menjual, baik dalam bentuk barang, jasa ataupun informasi, yang
dilakukan melalui media internet” (disarikan dari berbagai sumber).
Menurut Stefan Probst (Opticom), definisi e-commerce adalah
“ business yang dilakukan secara electronic yang melibatkan aktivitas-aktivitas
bisnis berupa business to business ataupun business to consumen melaului
teknologi Internet”
Secara umum e-business tidak hanya ditujukan atau melibatkan
proses selling dan buying saja, akan tetapi dapat juga meliputi online
services, consumen relationship management (CRM), supply chain management,
kolaborasi business partners, electronic transaction dan electronic payment.
Dan jika dilihat dari aktivitasnya dapat berlangsung dengan melibatkan antar
konsumen ataupun antar pelaku business [4].
METODE
Metode penelitian yang digunakan terbagi dalam 3 (tiga)
aktifitas utama, yaitu: Data Collection Methodology, CRM Analysis, dan
Structured Methodology.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisa Sistem Berjalan
Pasar terdiri dari X kios yang menjual berbagai macam
barang. Sistem penjualan barang masih berjalan secara sederhana dimana antara
penjual dan calon pembeli harus saling bertemu. Calon pembeli juga harus
mencari terlebih dahulu kios atau penjual mana yang menjual barang yang dicari.
Disisi penjual, sistem inventori barang masih dilakukan dengan sederhana,
dimana keluar masuk barang dicatat dalam buku. Proses pencatatan barang keluar
maupun masuk sering terabaikan dan kondisi ini yang mengakibatkan adanya
perbedaan jumlah stok barang di gudang dengan catatan yang ada. Kesulitan
memasarkan barang yang dijual,
proses pencatatan transaksi penjualan masih dilakukan secara
manual juga merupakan kondisi yang harus dihadapi oleh penjual.
Analisa Sistem Usulan
Sistem yang diusulkan untuk mengatasi permasalahan diatas
yaitu dengan mengimplementasikan CRM dalam rancang bangun Sistem Informasi
Penjualan Online dan Inventori memanfaatkan e-commerce framework, dengan model
e-commerce Business to Customer (B2C). Terdapat dua fungsionalitas utama, yaitu
penjualan dan inventori.
Analisa terhadap pengguna sistem ini adalah penjual (pemilik
masing-masing kios) dan pembeli. Penjual dan pembeli akan menjadi sumber
dan/atau tujuan data dalam perancangan Data Flow Diagram (DFD). Dalam Model
B2C, penjual dan pembeli akan saling berinteraksi melalui teknologi ICT dalam
proses pencarian barang, proses transaksi penjualan barang.
Di sisi inventori barang, proses pengelolaan barang yang
dilakukan oleh pihak penjual mencakup proses memasukkan data barang, proses,
proses memperbarui data barang.
Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komputasi 2012
(SENASTIK 2012) ISSN
: 2302-7088
Dalam DFD level 1, terdapat 5 (lima) proses besar yang
menjelaskan lebih detil akan fungsionalitas yang diusulkan dalam rancang bangun
Sistem Informasi Penjualan Online dan Inventori berbasis B2C. Pembeli
dimungkinkan untuk dapat melakukan proses pencarian barang yang ingin dibeli,
tanpa harus datang langsung ke pasar maupun melakukan pencarian lokasi kios
yang menjual barang tersebut; dapat melakukan proses order terhadap barang yang
diinginkan. Penjual dimungkinkan untuk melakukan proses pengelolaan barang dan
mengelola proses order sebagai bagian dari fungsionalitas penjualan.
Gambar 5 Implementasi ERD [1]
Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan
metode pengujian blackbox. Pengujian ini dilakukan dengan cara menguji aplikasi
dari segi fungsionalitas. Keterangan berhasil pada pengujian perangkat lunak
menjelaskan bahwa fungsionalitas dapat berjalan sesuai dengan perancangan DFD
yang telah dilakukan sebelumnya.
Tabel 1 Pengujian Perangkat Lunak
No Fungsionalitas
Perangkat Lunak Keterangan
1 Pengolahan
data pembeli Berhasil
2 Pengolahan
data order Berhasil
3 Pengolahan
data penjual Berhasil
4 Pengolahan
data hubungi kami Berhasil
5 View
status order Berhasil
6 Pembeli
melakukanorder Berhasil
7 Penjual
Melalukan pengoalahan order Berhasil
KESIMPULAN
Penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan yaitu
terbentuknya sebuah desain Sistem Informasi Penjualan Online dan Inventori
berbasis B2C yang menggunakan teknologi ICT dalam menghubungkan antara penjual
dengan pembeli dalam proses pencarian barang, mengelola transaksi penjualan
barang, proses pengelolaan barang hingga proses pelaporan.
DAFTAR PUSTAKA
1] Nugroho, Eddy Prasetyo dan Ratnasari, Komala., Rekayasa
Perangkat Lunak. Bandung : Politeknik Telkom, 2009.
[2] Turban,
Efraim., Decision Support Systems and Intelligent Systems. Jakarta : Andi,
2003.
[3] Indonesia, Logistik., Inventory.
http://logistikindonesia.inventory.com. [Online] 07 2010.
[4] Ade Hendra
Putra, Dkk., APLIKASI E-COMMERCE. Bandung : Politeknik Telkom, 2009.
[5] Henry,
S.E, M.SI., Laporan Keuangan. Jakarta : Kencana, 2009.
[6] Danardatu,
Aloysius Heru., "Pengenalan Customer Relationship Management (CRM)."
Jakarta : IlmuKomputer, 2003.
SI-007 (not yet)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar