Sabtu, 19 Juli 2014



PERENCANAAN DESAIN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN BERBASIS E
AGRIBUSINESS PADA KOMODITAS KEDELAI
Zainul Arham
Dosen Program Studi Sistem Informasi
Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
E-Mail: zainul.arham@gmail.com, zainul.arham@uinjkt.ac.id
Abstrak
Tantangan perdagangan global merupakan tuntutan di setiap lini
transaksi perdagangan, termasuk di komoditas kedelai yang
mengharuskan transaksi cepat dan akurat. Perluasan jangkauan pasar
untuk komoditas kedelai dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi
informasi berbasis e-Agribisnis. Sebuah pangsa pasar yang besar akan
memberikan kesempatan kepada petani dan pengusaha kedelai untuk
meningkatkan produk dan untuk memperluas jangkauan pasar. Untuk
membangun sistem transaksi yang cepat, prototipe e-Agribisnis dilengkapi
dengan sistem pendukung keputusan dan sistem keamanan diperlukan
untuk memudahkan transaksi dalam pasar. Sampai saat ini, teknologi
informasi belum dimanfaatkan secara optimal dalam pengembangan
pasar komoditas kedelai di Indonesia, khususnya dalam merespon
tantangan perdagangan global dan persaingan produk dengan negara
negara lain.
Kata Kunci: e-Agribisnis, komoditas kedelai, sistem penunjang keputusan
Abstract
Global trade challenges require all trading transactions, including those in soybean commodity, to be conducted at a high speed and accuracy. Expansion of market reach for soybean commodity may be done by using information technology in the form of e-Agribusiness. A large market share would give an opportunity to the farmers and soybean entrepreneurs to increase their product and to expand their market reach. To build a fast transaction system, an e-Agribusiness prototype completed with a Decision Support System and a security system is required in order to ease the transactions within markerters. Until now, information technology has not been utilized optimally in the market development of soybean commodity in Indonesia, in particular in response to global trade challenges and product competition with other countries.
Key words: E-Agribusiness, Soybean commodity , Decision Support System.


PENDAHULUAN
Pengembangan pasar komoditas pertanian dengan menerapkan teknologi informasi telah dilakukan di beberapa negera Asia. Pada tahun 1983 Jepang mengembangkan sistem informasi agribisnis berbasis jaringan melalui sistem informasi pasar versi NAPASS (Nationwide Agricultural Product) yang didukung oleh 63 pasar induk dengan 156 komoditas pertanian baik dari dalam negeri maupun luar negeri (Nanseki, 2003). Selanjutnya Hoa (2004) menjelaskan bahwa sejak tahun 1996 Taiwan mulai mengembangkan sistem informasi harga dan pemasaran berkelompok yang didukung oleh 78 pasar induk, sedangkan Vietnam mengembangkan sistem informasi produk pertanian tahun 1993 dengan versi VINAMET (Vietnam Market Information Network).
Penelitian yang terkait dengan rancang bangun sistem informasi di Indonesia antara lain dilakukan oleh Eriyatno (2005) yang menghasilkan prototipe Sistem Informasi Agroindustri (SIAGRI) dengan karakterisrik sistem multi konteks, multi komoditi, multi relasi dan multi user. Sistem informasi ditujukan untuk penyediaan informasi yang berhubungan dengan sarana produksi, nilai ekonomi, situasi pasar, komoditi ekspor potensial dan proses pengolahan. Informasi dan pendukung keputusan yang berhubungan dengan produk pertanian belum tercakup dalam sistem tersebut.
Posisi Indonesia sebagai negera pengimpor kedelai tidak menguntungkan secara ekonomis terutama dilihat dari sisi penerimaan negara. Secara umum Indonesia memiliki potensi pengembangan kedelai dengan pangsa pasar domestik dan regional yang besar. Pangsa pasar yang besar akan memberikan peluang kepada petani dan pengusaha olahan kedelai untuk meningkatkan produksi dan memperluas jangkauan pasar. Perluasan jangkauan pasar dapat dilakukan dengan berbagai terobosan diantaranya melalui peningkatan peranan teknologi informasi untuk kepastian stok komoditas kedelai dan hasil olahan kedelai dalam bentuk e-agribusiness.
Peranan teknologi informasi dalam sistem perdagangan produk kedelai cukup besar dalam mempercepat proses transaksi antara produsen dan konsumen. Penyediaan

infrastruktur teknologi informasi di Indonesia untuk sistem transaksi berbasiskan elektronik (electronic transaction) cukup memadai meskipun diperlukan perluasan terutama di wilayah sentra produksi kedelai. Sampai saat ini, pengembangan pasar komoditas kedelai di Indonesia kurang optimal memanfaatkan peranan teknologi informasi terutama dalam menjawab tantangan pasar global dan persaingan produk dengan negara lain.
Tujuan dari penelitian ini adalah desain perencanaan sistem penunjang keputusan berbasis e-agribusiness pada komoditas kedelai, sedangkan uraian tujuan secara spesifik adalah: (1) Menganalisis sistem pemasaran komoditas kedelai melalui indentifikasi target pengguna dan kebutuhan informasi produk agribisnis unggulan. (2) Mendesain Sistem Pendukung Keputusan (SPK) pemasaran komoditas kedelai dan (3) Mendesain prototipe e-agribusiness yang berasal dari tujuan pertama dan kedua dalam bentuk rancangan logika ke dalam bentuk rancangan fisik berupa software yang dilengkapi dengan manajemen RBAC.
LANDASAN TEORI
Saragih (2004) menyatakan sistem agribisnis merupakan totalitas atau kesatuan kinerja agribisnis yang terdiri dari subsistem agribisnis hulu yang berupa kegiatan input produksi, informasi dan teknologi seperti tampak pada Gambar 1.

Gambar 1. Lingkup Pembangunan Sistem dan Usaha Agribisnis.
Membangun sistem dan usaha yang berdaya saing dipengaruhi oleh dua faktor strategis yakni permintaan dan penawaran. Daya saing dicirikan oleh tingkat efisiensi, mutu, harga dan biaya produksi, kemampuan untuk menerobos pasar, meningkatkan pangsa


pasar dan memberikan pelayanan yang professional.
Menurut Kothler (1994) pemasaran pada hakekatnya adalah suatu aktivitas usaha niaga yang bersangkutan dengan penyaluran barang¬barang dan jasa dari titik-titik produksi hingga ke titik-titik konsumsi.
O’Brein (2004) menjelaskan bahwa peran sistem informasi dalam suatu organisasi berkembang sesuai dengan kebutuhan pengguna akhir (end user). Sistem informasi terdiri dua sistem yaitu sistem informasi pendukung operasi bisnis dan sistem informasi pendukung keputusan manajerial. Sistem informasi pendukung keputusan menajerial terdiri dari sistem manajemen, sistem pendukung keputusan dan sistem informasi eksekutif.
Menurut Schunter dan Waidner (2002), Sistem pengolah transaksi adalah sistem yang menyimpan dan mengolah data hasil transaksi bisnis seperti sistem yang mengolah data penjualan, pembelian dan perubahan persediaan. Sistem pengendali proses adalah sistem pendukung keputusan yang bersifat rutin untuk mengontrol suatu proses seperti keputusan pemesanan kembali secara otomatis dan keputusan pengendalian produksi.
Hooker et al. (2001) memberikan terminologi e-agribusiness sebagai suatu bisnis elektronik (e-business) yang memfokuskan pada produk dan layanan bidang pertanian atau kegiatan agribisnis yang dilakukan secara eletronik melalui media internet. Ilustrasi mengenai e-agribusiness tampak pada Gambar 2.


Gambar 2. Konsep Dasar E-Agribusiness.
Lebih     lanjut     Ferraiolo              (2001),
menyatakan bahwa model-model e-agribusiness yang banyak digunakan di negara-negara maju dan berkembang antara lain: 1) katalog on-line (online catalogs); 2) lelang (auctions); 3) bursa (exchange) dan; 4) komunitas online (on line communities).
Menurut Thompson et al. (2000) e-agribusiness telah banyak digunakan di negara-negera maju dan berkembang dengan menggunakan model dan sistem yang mengacu pada sistem bisnis elektronik (e-business) dan perdagangan elektronik (e-commerce).
Sistem distribusi dan pemasaran komoditas pertanian di Indonesia dikelompokkan menjadi dua, yaitu sistem distribusi untuk komoditas kelas satu (first grade) dan sistem distribusi untuk komoditas kelas dua (second grade). Komoditas kelas satu adalah komoditas dengan mutu terbaik yang umumnya dilakukan penanganan pascapanen terlebih dahulu sebelum siap dipasarkan (Departemen Pertanian, 2004). Menurut Darmawati (2004) kendala yang dihadapi oleh petani dalam memasarkan produknya secara langsung ke pasar institusi antara lain: 1) informasi tentang persyaratan mutu, harga penawaran dan volume permintaan tidak mudah diperoleh oleh petani produsen; 2) sistem pembayaran yang dilakukan oleh pasar institusi pada umumnya menggunakan pembayaran mundur antara 7 sampai 15 hari.


METODOLOGI PENELITIAN
Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di Propinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan pengambilan data lapang dan interview.
Data dan Alat Penelitian
Data penelitian akan diperoleh melalui beberapa metode yaitu: (a) data primer dengan langsung mewawancarai kepada para produsen, konsumen, lembaga pemasaran; dan (b) data sekunder berupa studi pustaka/jurnal ilmiah dan data statistik pertanian.
Alat yang digunakan untuk perancangan e-agribusiness dan sistem pendukung

keputusan terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Pembangunan program akan menggunakan Java Script dan HTML (HiperText Markup Language) dan Dreaweaver. Pembangunan data menggunakan Microsoft Access, sedangkan untuk komunikasi data dalam jaringan menggunakan ASP (Active Server Page) dan XML Document Access Control.
Kerangka Penelitian
Alur kerangka penelitian sebagaimana pada Gambar 3.


Gambar 3. Bagan Alir Kerangka Kerja Penelitian Disain E-Agribusiness kedelai
HASIL DAN PEMBAHASAN Pendekatan Masalah
5

Desain e-agribusiness dilakukan melalui pendekatan bottom-up yakni rancangan akan dimulai dari obyek-obyek yang ada di dalam sistem. Obyek sistem yang kali pertama harus ditetapkan adalah target pengguna sistem, kemudian dilanjutkan dengan analisa kebutuhan informasi dan bentuk/jenis keputusan yang akan diambil oleh pengguna.
Setelah target pengguna sistem ditetapkan, maka harus dilakukan identifikasi kebutuhan jenis informasi yang didasarkan pada pendekatan kebutuhan masing-masing target pengguna untuk merancang Sistem Pengambilan Keputusan (SPK)
Tabel 1. Hasil idenrtifikasi Target Pengguna Sistem dan Analisis Kebutuhan Informasi Produsen dan Konsumen
Target Pengguna              Kebutuhan Informasi       Jenis-jenis Informasi
Tabel 2. Hasil idenrtifikasi Target Pengguna Sistem dan Analisis Kebutuhan Informasi Lembaga Pemasaran
Pemborong         Database produsen & produk       -              Harga penawaran
-              Volume dan mutu produk
-              Lokasi produsen
Pedagang pengumpul      Database pemborong dan produk              -              Harga penawaran
-              Volume dan mutu produk
-              Lokasi pemborong
Pusat pengumpul              Database pedagang pengumpul dan produk           -              Harga penawaran
-              Volume dan mutu produk
-              Lokasi pedagang pengumpul
Pedagang pusat grosir     Database pusat pengumpul           -              Harga penawaran
-              Volume dan mutu produk
-              Lokasi pusat pengumpul
Pusat distribusi   Database pusat grosir     -              Harga penawaran
-              Volume dan mutu produk
-              Lokasi pusat grosir
Tabel 3. Hasil idenrtifikasi Target Pengguna Sistem dan Analisis Kebutuhan Informasi Pemasaran
Tabel 4. Hasil idenrtifikasi Target Pengguna Sistem dan Analisis Kebutuhan Informasi Lembaga Penunjang

Perbankan           Database produsen          -              Skala usaha (besar, menengah, kecil)
-              Karakteristik produsen
-              Volume & mutu produksi
               Database konsumen        -              Jaminan perbankan
-              Karakteristik konsumen
Asuransi               Database produsen dan konsumen            -              Kategori transaksi
-              Resiko usaha
-              Kontinuitas
-              Jaminan perbankan
-              Legal transaction
Pusat Informasi  Database saluran pemasaran       Semua informasi yang dibutuhkan oleh target pengguna (data warehouse)
Pemerintah         Database target pengguna            Database jenis informasi target pengguna (data warehouse)
Model Optimasi Pemasaran Produk Kedelai
Menurut Ernst dan Ehmke (2003), model optimasi pemasaran untuk menentukan distribusi yang optimum meliputi: a) biaya pemasaran; b) biaya volume yang didistribusikan ke lokasi tujuan; c) biaya pengolahan dan pengemasan agar produk memenuhi kreteria sesuai dengan permintaan; d) keuntungan yang diperoleh dan; e) biaya promosi dan iklan.
Perancangan SPK
Menurut Ninghui (2004), Perancangan SPK sistem e-agribusiness dilakukan dengan model GUIDS (Goal-centered design, User-interface design, Implementation-centered design, Data Design, Strategic for contruction). Proses rancangan aplikasi SPK untuk e-agribusiness akan dilakukan melalui tujuh langkah seperti tampak pada Gambar 4.
Langkah 5
Menguji & mengevaluasi model
Langkah 6            Menggunakan model e-agribusiness
Langkah 7            Memelihara
sistem e-agribusiness
              
Gambar 4. Bagan Alir Perancangan Aplikasi SPK untuk E-Agribusiness
Pembangunan Prototipe E-Agribusiness
Prototipe e-agribusiness dibangun dengan sistem sekuriti berbasiskan manajemen RBAC untuk menghasilkan sistem pengambilan kuputusan yang memiliki tingkat keamanan sistem yang baik. Rancangan e-agribusiness untuk keunggulan dilakukan melalui tahapan berikut ini:
1. Pembuatan web site dengan Shopping Cart, tujuan tahapan ini untuk mewujudkan aplikasi dengan menggunakan bahasa scripting PHP3 dan server database MySQL dan konektifitas ke server database MySQL. Menurut Rowley (2003), rancangan e-agribusiness di bagi menjadi beberapa subsistem yaitu: 1) subsistem catalog online; 2) sub sistem shopping basket (pemesanan); c) subsistem check-out (pembayaran) dan; 4) subsistem maintenance.

2. Implementasi Shopping Cart yang akan diujicobakan dengan membangun website untuk melihat respon terhadap sistem yang telah dirancang (Qingfeng, 2003). Dalam rancangan e-agribusiness nantinya akan dibuat umpan balik respon pengguna yang terdiri dari kotak permintaan (request box) dan kontak saran. Uji coba e-agribusiness akan berlangsung selama satu bulan sejak rancangan selesai.
Barkley dan Cincotta (2002) menganjurkan aplikasi access control menggunakan konsep Role Based Access Control (RBAC). RBAC dapat menggambarkan struktur suatu organisasi, hal ini dapat dilakukan dengan membuat suatu fungsi yang dikelompokkan kedalam role dan user. Meskipun bukan konsep yang baru, tetapi RBAC terus mendapat pengakuan dari dunia komersial seperti perbankan. RBAC bertujuan untuk menyederhanakan definisi, auditing dan administrasi dari keamanan hak akses dari setiap pengguna informasi di internet. Ilustrasi mengenai konsep RBAC dapat dilihat pada Gambar 5.

Gambar 5. Konsep Role Base Access Control (RBAC)
DAFTAR PUSTAKA
Nanseki T. 2003. Development and Applications of Nationwide Marketing Information Database for Vegetabless and Fruit in Japan. Proceeding of the First Asian Conference for Information Technology in Agriculture, January 24-26, 2003. Wakayaman, Japan.
Hoa T. 2004. Database for Agriculture in Information Center for Agriculture and Rural Development. Proceeding of the First Asian Conference for Information Technology in Agriculture, January 24-26, 2004. Wakayaman, Japan.
Eriyatno. 2005. Ilmu Sistem: Meningkatkan Mutu dan Efektivitas Manajemen. IPB Press, Bogor. Saragih B. 2004. Pembangunan Sistem Agribisnis Sebagai Penggerak Ekonomi Nasional (Deptan). http://www.deptan.go.id/konsep/konsep.htm [21 Sep 2004].
Kothler P. 1994. Manajemen Pemasaran, Perencanaan dan Pengendalian. Penerbit Erlangga. Jakarta. O'Brein. 2004. Management Information Systems: Managing Information Technology in the Business Enterprise, 6th Edition, McGraw-Hill.
Schunter M, Waidner M. 2002. The Platform For Enterprise Privacy: Practices-Privacy-Enabled Management of Customer Data. Proc. of the 2002 Workshop on PrivacyEnhancing Technologies, San Francisco, CA.
Hooker NH, Heilig J, Ernst S. 2001. What is Unique About E-Agribusiness?. Department of Agricultural, Environmental, and Development Economics The Ohio State University, Columbus, USA.
Ferraiolo D, Barkley J. 2001. Specifying and Managing Role-Based Access Control within a Corporate Intranet, National Institute of Standards and Technology.
Thompson S, Hayenga M, Hayes D. 2000. E-agribusiness. Department of Economics, Iowa State University Ames, Iowa, USA.
[Deptan] Departemen Pertanian. 2004. Rencana Pembangunan Pertanian Tahun 2005. Jakarta.

Darmawati E. 2004. Desain Sistem Pendukung Keputusan Distribusi Hortikultura dengan Pendekatan Objek [Disertasi]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Ernst S, Ehmke C. 2003. E-Commerce in Agribusiness Research Project. The Ohio State University. Ninghui L, Tripunitara MV. 2004. Security Analysis in Role-Based Access. Center for Education and
Research in Information Assurance and Security and Department of Computer Sciences Purdue
University, Oval Drive, West Lafayette.
Rowley J. 2003. Remodelling Marketing Communications in an Internet Environment. Electronic Networking Applications and Policy, Volume 11, Number 3, pp 203-212.
Qingfeng. 2003. Privacy Enforcement with an Extended Role-Based Access Control Model. Department of Computer Science North Carolina State University Raleigh, NC 27695-8207, USA
Barkley J, Cincotta A. 2002. Role Based Access Control for the World Wide Web, National Institute of Standards and Technology Gaithersburg Maryland.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar