Sabtu, 19 Juli 2014



STUDI PERFORMANSI PENERAPAN MANAJEMEN AKSES JAMAK
TERPUSAT DAN TERDISTRIBUSI PADA JARINGAN KOMPUTER
Achmad Ubaidillah Ms.
Fakultas Teknik – Universitas Trunojoyo Madura
Email : ca achmed@yahoo.com
Abstrak
Universitas Trunojoyo Madura pernah menerapkan sistem manajemen akses jamak (multiple access) terdistribusi pada jaringan komputernya, tepatnya sampai tahun 2010. Namun akhirnya sistem manajemen akses jamak tersebut diganti dengan sistem manajemen akses jamak terpusat. Permasalahannya adalah, perubahan sistem manajemen akses jamak tersebut dilakukan tanpa dilakukan kajian ilmiah terlebih dahulu. Penelitian ini akan mengkaji dan membandingkan kinerja penerapan manajemen akses jamak terpusat dan manajemen akses jamak terdistribusi pada jaringan komputer Universitas Trunojoyo Madura. Tujuan dilakukan kajian seperti ini adalah untuk merekomendasikan sistem manajemen akses jamak yang lebih baik kinerjanya jika diterapkan pada jaringan komputer Universitas Trunojoyo Madura.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja sistem manajemen akses jamak terpusat lebih baik dari pada sistem manajemen akses jamak terdistribusi karena tidak kaku dan selalu dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan bandwidth masing-masing grup.
Kata kunci : Manajemen akses Jamak, Terpusat, Terdistribusi
Abstract
Trunojoyo University of Madura has implemented distributed system of multiple access management on it’s computer network until 2010. But, this multiple access management system finally was changed to become centralized system of multiple access management. The problem is, the change of that multiple access management system, was not based on scientific observation. This research observes and compares the performance between centralized and distributed multiple access management system on computer network of Trunojoyo University of Madura. The aim of this research is, to recommend which one of multiple access management system is better tobe implemented in computer network of Trunojoyo University of Madura.
The result of this research show that centralized multiple access management system is better than distributed multiple access management system, because it is not stiff and it is ajustable depend on the need of bandwidth of each group.
Key words : centralized, distributed, multiple access management

PENDAHULUAN
Dalam membangun jaringan komputer di perusahaan/ organisasi, ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dalam hal-hal resource sharing, reliabilitas tinggi, lebih ekonomis, skalabilitas, dan media komunikasi. Resource sharing

bertujuan agar seluruh program, peralatan, khususnya data dapat digunakan oleh setiap orang yang ada pada jaringan tanpa terpengaruh oleh lokasi resource dan pemakai. Jadi source sharing adalah suatu usaha untuk menghilangkan kendala jarak.
Dengan menggunakan jaringan komputer akan memberikan reliabilitas tinggi yaitu adanya sumber-sumber


alternatif pengganti jika terjadi masalah pada salah satu perangkat dalam jaringan, artinya karena perangkat yang digunakan lebih dari satu jika salah satu perangkat mengalami masalah, maka perangkat yang lain dapat menggantikannya.
Yang dimaksud dengan skalabilitas yaitu kemampuan untuk meningkatkan kinerja sistem secara berangsur-angsur sesuai dengan beban pekerjaan dengan hanya menambahkan sejumlah prosesor. Sebuah jaringan komputer mampu bertindak sebagai media komunikasi yang baik bagi para pegawai yang terpisah jauh. Dengan menggunakan jaringan, dua orang atau lebih yang tinggal berjauhan akan lebih mudah bekerja sama dalam menyusun laporan. [5]
Universitas Trunojoyo Madura sebagai pengguna sistem jaringan komputer, seharusnya melakukan kajian tentang sejauh mana kinerja jaringan komputer yang telah diterapkan tersebut sehingga dapat melakukan perencanaan instalasi jaringan komputer dengan baik untuk menjaga kualitas jaringan komputer tersebut. Karena, tanpa kajian dan perencanaan jaringan yang jelas, akan berakibat pada menurunnya kualitas layanan (misalnya koneksi sering putus, lambat dsb.), dan ujung-ujungnya pasti dapat menurunkan kinerja sivitas akademika di lingkungan Universitas Trunojoyo Madura sendiri, apalagi semakin lama jumlah pengguna jaringan komputer .di lingkungan Universitas Trunjoyo Madura semakin banyak berhubung jumlah program studi dan jumlah pengadaan komputer juga semakin banyak, belum lagi pengguna fasilitas WLAN dengan media laptop. [7]
Salah satu evaluasi performansi yang dapat dilakukan pada jaringan komputer Universitas Trunojoyo Madura adalah kajian performansi penerapan sistem manajemen akses jamak terpusat dan terdistribusi. Pada sistem jaringan komputer Universitas Trunojoyo Madura, pernah diterapkan manajemen akses jamak terdistribusi terutama sampai tahun 2010. Pada akhirnya, sistem tersebut diubah menjadi manajemen akses jamak terpusat. Akan tetapi perubahan tersebut tidak didasari pada kajian ilmiah. Pada penelitian ini akan dtinikaji bagaimana

performansi jaringan komputer di lingkungan Universitas Trunojoyo Madura dengan sistem manajemen akses jamak terpusat dan terdistribusi.
Tujuannya           adalah   untuk
merekomendasikan sistem yang lebih baik kinerjanya untuk diaplikasikan pada jaringan komputer Universitas Trunojoyo Madura.
TINJAUAN PUSTAKA
Pada [2] dituliskan definisi tentang kinerja, yaitu :
1.            Standar industri Jerman DIN55350: Kinerja terdiri dari semua karakteristik dan aktivitas penting yang dibutuhkan dalam suatu produksi, yang meliputi perbedaan kuantitatif dan kualitatif produksi atau aktivitas keseluruhan.
2.            Standar ANSI (ANSI/ASQC A3/1978) : Kinerja adalah gambaran dan karakteristik produksi keseluruhan atau pelayanan yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan.
3.            Standar IEEE untuk kinerja perangkat lunak (IEEE Std 729 - 1983) : Kinerja adalah tingkatan untuk memenuhi kombinasi perangkat lunak yang diinginkan.
Menurut [2], indeks eksternal yang dapat dijadikan tolok ukur kinerja suatu sistem jaringan antara lain turn around time, response time, throughput, kapasitas, availability, dan realibility. Sedangkan menurut [3], metrik ukuran kinerja jaringan yang biasa digunakan oleh para
peneliti  antara   lain         delay,    jitter,
throughput,        goodput,             utilisasi,               dan
probabilitas         blocking.              Salah     satu
contohnya adalah [1], yang menganalisa kinerja jaringan LAN dengan
mengimplementasikan    adaptive
transcoder dengan cara mengukur besar kecilnya throughput dan kapasitas penggunaan bandwidth sebagai tolok ukur kinerja. Throughput merupakan rate informasi yang diterima secara sukses oleh user/client/terminal dengan satuan bit/sekon atau paket/sekon atau frame/sekon. Pada [7] dilakukan studi pengukuran kinerja jaringan komputer di Universitas Trunojoyo Madura dengan
pendekatan bit rate         dan utilisasi
bandwidth dalam setiap harinya sebagai


tolok ukur kinerjanya. Pada penelititan ini akan dibandingkan kinerja antara manajemen akses jamak yang terpusat dan terdistribusi pada jaringan komputer Universitas Trunojoyo Madura, yang untuk kemudian akan menghasilkan rekomendasi tentang metode yang mana di antara kedua metode tersebut yang lebih baik.
MANAJEMEN AKSES JAMAK
TERPUSAT           DAN
TERDISTRIBUSI
Model referensi OSI (Open System Interconection) yang dikembangkan oleh ISO (International Standards Organiza-tion) pada tahun 1974, memberikan gambaran tentang terjadinya proses komunikasi antara dua terminal, yaitu dengan cara membagi proses tersebut ke dalam 7 layer yang memiliki tujuan dan tanggung jawab yang berbeda serta saling tidak tergantung satu dengan lainnya. Masing-masing layer tersebut memiliki tugas dan fungsi yang berbeda-beda namun juga menyediakan layanan kepada layer di atasya dan layer di bawahnya. Layer-layer tersebut adalah :
1.            Layer Physical, yaitu layer yang bertugas untuk menyatakan informasi yang akan dikirimkan agar dapat dilewatkan pada medium komunikasi, baik melalui kabel tembaga, gelombang radio maupun melalui serat optik.
2.            Layer Data Link, yaitu layer yang bertugas untuk menyediakan protokol deteksi dan koreksi sinyal error, dan protokol Medium Access Control (MAC).
3.            Layer Network, yaitu layer yang memiliki fungsi utama untuk merutekan paket-paket informasi dari sumber ke tujuan
4.            Layer Transport, yaitu layer yang memiliki fungsi utama untuk menyediakan protokol dalam hal flow control terhadap trafik jaringan
5.            Layer Session, yaitu layer yang bertugas untuk manajemen koneksi end to end yang handal, termasuk juga mengatur kapan koneksi dibangun, dan kapan koneksi diputus.

6.            Layer Presentation, yaitu layer yang memiliki fungsi utama untuk menyediakan aplikasi filter data yang handal, terutama dalam fungsi kompresi dan enkripsi data untuk melayani layer di atasnya.
7.            Layer Application, yaitu layer yang merupakan interface terhadap program aplikasi pengguna. [6]
Dari 7 layer standar OSI di atas, layer yang berhubungan dengan masalah multiple acces adalah data link layer, yaitu dengan protokol MAC (Medium Access Control). Beberapa metode multiple access adalah sebagai berikut:
1.            Frequency Division Multiple Access (FDMA), adalah metode akses jamak yang didasarkan pada pembagian frekuensi. Satu kanal pada FDMA adalah satu sub bandwidth.
2.            Time Division Multiple Access (TDMA), adalah metode akses jamak yang didasarkan pada pembagian waktu antrian pengiriman. Satu kanal pada TDMA adalah satu time slot.
3.            Code Division Multiple Access (CDMA), adalah metode akses jamak yang didasarkan pada pembagian kode. Satu kanal pada CDMA adalah satu kode yang bersifat orthogonal Satu dengan lainnya.
4.            Orthogonal Frequency Multiple Access (OFDMA), adalah metode akses jamak yang didasarkan pada pembagian frekuensi dan waktu secara sekaligus sehingga menjadi carrier kecil yang bersifat orthogonal. Satu kanal pada OFDMA adalah satu sub carrier kecil yang bersifat orthogonal satu dengan lainnya. [8]
5.            Carrier Sensing Multiple Access (CSMA), adalah metode akses jamak yang didasarkan pada pembagian pita frekuensi menjadi carrier yang berukuran kecil. Setiap terminal yang berkepentingan untuk mengirimkan informasi harus mendengar dan mendeteksi adanya carrier terlebih dahulu. Jika ada carrier yang idle, maka terminal tersebut dapat mengirimkan informasinya melalui carrier tersebut.
Pada jaringan komputer, protokol MAC yang terkenal dan paling banyak


diterapkan adalah CSMA. Dalam penerapannya, manajemen akses jamak pada jaringan komputer, ada yang bersifat terpusat dan ada juga yang terdistribusi. Yang dimaksud dengan manajemen akses jamak terpusat pada jaringan komputer adalah cara pembagian bandwidth yang dalam hal ini adalah penggunaan carrier, yang diatur secara terpusat. Semua carrier atau total bandwidth dikelola secara terpusat dan terpadu oleh satu pengatur trafik, tanpa membeda-bedakan pengguna.
Sedangkan manajemen akses jamak terdistribusi pada jaringan komputer adalah cara pembagian bandwidth kepada pengguna secara tidak terpusat oleh satu pengatur trafik, melainkan melalui sub-sub pengatur trafik pada masing-masing grup atau kelompok. bandwidth total atau semua carrier dibagi dan didistribusikan terlebih dahulu kepada sub pengatur yang menjadi induk di masing-masing kelompok. Kemudian sub pengatur itulah yang membagi-bagikan carrier kepada pengguna yang berada di dalam kelompoknya. Besar kecilnya bandwidth pada masing-masing kelompok ditentukan terlebih dahulu oleh pengatur pusat dan tergantung pada kebutuhan masing-masing kelompok tersebut.
METODE PENGUKURAN
Mengevaluasi kinerja jaringan adalah elemen kunci dalam desain, operasi dan manajemen jaringan. Seperti misalnya menentukan berapa banyak terminal yang dapat dihubungkan ke suatu mainframe computer system, menentukan kebutuhan buffer dalam suatu switch, mengetahui bagaimana adaptive windowing bekerja, mengukur delay backbone dan lain sebagainya.
Metriks adalah kriteria yang digunakan untuk evaluasi performansi suatu sistem. Metriks pada umumnya berupa kuantitas statistik. Beberapa metriks yang biasa digunakan untuk mengevaluasi kinerja suatu sistem jaringan komunikasi adalah :
1.            Delay
2.            Jitter (variasi delay)
3.            Throughput (jumlah request/paket yang melalui jaringan per unit waktu
4.            Goodput (sama dengan throughput, akan tetapi tanpa overhead)

5.            Utilisasi (fraksi dari waktu link komunikasi)
6.            Blocking probability (kemungkinan tidak mendapatkan layanan jaringan)
7.            Dan lain-lain
Pada dasarnya ada tiga metode untuk melakukan kajian performansi suatu jaringan komunikasi, yaitu :
1.            Pengukuran langsung, mengumpulkan data eksperimental dari suatu prototype atau sistem existing
2.            Simulasi, eksperimen dengan model komputer dari sistem
3.            Analisa murni, penggambaran model secara analitis dari sistem.
Metode pengukuran langsung memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun beberapa kelebihan metode pengukuran langsung antara lain adalah akurasi yang tinggi serta dapat mencakup permasalahan secara detail. Sedangkan beberapa kekurangannya antara lain adalah harus memiliki peralatan untuk pengukuran, kesulitan dalam mempertimbangkan semua parameter yang memungkinkan, sulit dalam melakukan reproduksi, menghabiskan banyak waktu dan lain sebagainya.
Metode simulasi juga memiliki kelebihan serta kekurangan. Adapun beberapa kelebihan metode simulasi antara lain adalah memungkinkan dapat mencakup detail permasalahan, dapat membandingkan alternatif desain sistem, dapat mengendalikan skala waktu dan tidak memerlukan sistem. Sedangkan beberapa kelemahan dari metode simulasi antara lain adalah kesulitan men-generalisir hasil, kesulitan dalam mengukur sensitivitas, memerlukan banyak waktu untuk mengembangkan dan
mengeksekusi     simulasi,              masih
memerlukan validasi dan analisa data out put.
Metode analisa murni, sebagaimana metode pengukuran dan simulasi juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Beberapa kelebihan metode analisa murni antara lain adalah cepat, aplikasi untuk
semua   tingkatan             dari        sistem,
memungkinkan mempelajari tradeoff dan sensitivitas dari sistem. Sedangkan beberapa kelemahan dari metode analisa


murni antara lain adalah kemungkinan hanya sampai pada tahap aproksimasi, perlu waktu yang lama untuk
mengembangkan              model    dan
permasalahan, dan sebagainya. [3]
LANGKAH – LANGKAH PENELITIAN
Penelitian ini akan mengkaji dan
membandingkan               kinerja   serta
menghasilkan rekomendasi tentang penerapan manajemen akses jamak secara terpusat dan terdistribusi pada jaringan komputer khususnya yang diterapkan di Universitas Trunojoyo Madura. Kajian kinerja manajemen akses jamak terdistribusi, akan dijalankan dalam dua skenario. Skenario pertama diasumsikan bahwa pembagian bandwidth per kelompok adalah sama. Skenario kedua diasumsikan bahwa pembagian bandwidth per kelompok akan disesuaikan dengan distribusi usage of bandwidth per hari. Sedangkan pada kajian kinerja manajemen akses jamak terpusat, tidak ada distribusi atau pembagian bandwidth kepada setiap kelompok.
Metode pengukuran kinerja jaringan komputer dalam penelitian ini adalah metode pengukuran langsung, yaitu mengukur beberapa parameter yang dapat menunjukkan quality of service (QoS) seperti bit rate dan rata-rata usage of bandwidth total per hari yang dipakai dalam satu universitas maupun setiap fakultas. Semakin tingginya bit rate menunjukkan semakin baiknya kualitas layanan jaringan. Sedangkan semakin besarnya rata-rata usage of bandwidth total per hari, menunjukkan semakin banyaknya penggunaan/akses jaringan. Semakin banyaknya penggunaan/akses jaringan akan berakibat pada menurunnya kualitas jaringan itu sendiri. Data-data pengukuran dapat diperoleh dari rekaman aktivitas penggunaan jaringan yang diperlukan di PTIK (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi) baik pada level fakultas maupun level universitas.
ANALISA HASIL PENELITIAN

Seperti dijelaskan pada langkah-langkah penelitian bahwa pada pokoknya penelitian ini akan mengkaji kinerja jaringan komputer Universitas Trunojoyo Madura dalam 3 kondisi :
1.            Manajemen        multiple               access
terdistribusi dengan asumsi bandwidth total dibagi secara sama rata untuk setiap grup
2.            Manajemen        multiple               access
terdistribusi dengan asumsi bandwidth total dibagi kepada setiap grup berdasarkan kebutuhan masing-masing grup, yaitu dengan mengukur rata-rata kebutuhan sebelumnya
3.            Manajemen multiple access terpusat, yaitu tidak ada batasan bagi setiap grup maupun setiap user, dengan kata lain semua berebut carrier ke scheduler pusat.
Pada skenario pertama, yaitu pengukuran kinerja jaringan dengan kondisi manajemen akses jamak terdistribusi dan dengan asumsi bandwidth total dibagi secara sama rata untuk setiap grup, diperoleh data-data seperti pada tabel 1. Data mentah hasil pengukuran hanya berupa data transaksi Byte pada masing-masing grup per hari. Langkah pertama dalam proses pengolahan data adalah dengan mencari “Rt_TB” dalam Byte (Rata-rata Transaksi Byte masing¬masing grup per hari), yaitu dengan:
Rt~TB
rata − rata transaksi Byte setiap grup per hari
=            
fumla it hari
Ternyata jumlah total dari “Rt_TB” atau jumlah total dari rata-rata transaksi Byte seluruh jaringan komputer di Universitas Trunojoyo Madura adalah 2.24E+11 Byte atau ± 224 GByte. Kemudian dicari nilai Rt_TB’ (rata-rata transaksi Byte per grup yang baru yaitu dengan membagi sama rata Rt_TB kepada semua grup) dengan cara:
RtTB
RtTB′ =
fumla grup 224 GByte
=            
30
=
7,48 GByte
Permasalahannya adalah rata-rata kebutuhan transaksi Byte per grup tidak sama satu dengan yang lainnya dan sangat bervariasi dari yang terendah (grup FP,


3.30E+02) sampai yang tertinggi (grup LABSHARE, 7.00E+10). Jelas sekali terjadi ketimpangan dalam masalah akses dari kedua grup tersebut. Sehingga apabila dipukul rata secara kaku bahwa setiap grup akan mendapatkan jatah transaksi Byte ± 7,48 GByte, maka akan terjadi kekacauan jaringan yaitu sebagian akan sangat kekurangan dan sebagian besar yang lain akan sangat kelebihan, seperti tampak pada Tabel 1.
Selisi (Byte) = Rt_TB′ − Rt_TB
Dan dapat dikonversi ke dalam besaran bit rate menggunakan rumus :
Selisih (bit per sekon)
Selisih (Byte) x 8 bit
=
24 jam x 60 menit x 60 detik
Dari Tabel 1, tampak bahwa sebagian grup akan kekurangan dalam hal kecepatan bit dan otomatis juga kekurangan bandwidth (bahkan grup LABSHARE kekurangan sampai ¬ 7.23E+05 bit/sekon atau ± 723 Kbps), sedangkan sebagian besar grup yang lain akan kelebihan bandwidth (bahkan grup FP kelebihan sampai 8.65E+04 bit/sekon atau ± 86,5 Kbps). Bagi grup-grup yang mengalami kekurangan bandwidth akan mengalami akses jaringan yang sangat lambat, karena jumlah informasi dalam bentuk bit-bit yang akan ditransaksikan sangat besar padahal bandwidth-nya kecil, yang dalam hal ini adalah jumlah carrier yang akan membawa informasi besar tersebut sangat kecil dan sedikit. Sebaliknya, bagi grup-grup yang mengalami surplus bandwidth akan mengalami proses akses jaringan yang sangat cepat, yang dikarenakan jumlah informasi dalam bentuk bit-bit yang akan dikirimkan atau ditransaksikan sangat sedikit, padahal bandwidth-nya besar, yang dalam hal ini adalah jumlah carrier yang akan membawa bit-bit informasi kecil tersebut sangat besar dan banyak.
Pada evaluasi kinerja skenario kedua, yaitu dengan kondisi Manajemen multiple access terdistribusi dengan asumsi bandwidth total dibagi kepada setiap grup berdasarkan kebutuhan masing-masing grup, yaitu dengan mengukur rata-rata kebutuhan sebelumnya, diperoleh data-data seperti pada tabel 2. Tidak seperti

analisa tabel 1, analisa kinerja pada skenario 2 seperti tampak pada tabel 2 jauh lebih baik dan lebih adil dibandingkan dengan skenario 1. Grup-grup yang terbiasa melakukan transaksi Byte sangat besar diberikan hak bandwidth yang besar juga, sebaliknya grup-grup yang terbiasa melakukan transaksi Byte kecil diberikan bandwidth yang lebih kecil, dengan kata lain disesuaikan dengan kebutuhan masing¬maing.
Yang menjadi permasalahan adalah, pembagian bandwidth pada setiap grup tersebut bersifat kaku dan tidak bisa berubah secara otomatis sesuai dengan jumlah user dan jumlah transaksi. Untuk merubah jatah bandwidth per grup harus dilakukan secara pengaturan manual. Padahal pembagian jatah bandwidth pada skenario ini hanya didasarkan pada rata-rata transaksi Byte per grup. Artinya ukuran jatah tersebut bisa kurang dan bisa lebih seperti tampak pada tabel 2. Ketika jumlah transaksi pada grup sedang kecil, akan terjadi surplus dan akses bisa sangat cepat. Sebaliknya ketika jumlah transaksi pada grup sedang besar, akan terjadi kekurangan carrier dan proses akses akan sangat lambat.
Tidak seperti pada skenario 1 dan 2, yaitu manajemen akses jamak terdistribusi yang kedua-duanya bersifat kaku, sistem manajemen akses jamak terpusat jauh lebih baik karena jatah bandwidth tidak dibagi-bagikan secara kaku pada masing-masing grup, melainkan diatur secara terpusat oleh scheduler pusat. User pada level grup tidak akan pernah mengalami kekurangan atau kelebihan secara pribadi. Dengan sistem manajemen akses jamak terpusat ini, kekurangan resource jaringan akan ditanggung bersama oleh semua user, demikian juga kelebihan resource jaringan juga akan dinikmati secara bersama-sama oleh semua user dari grup manapun. Ukuran-ukuran kecepatan bit (bit rate) seperti tampak pada tabel 3 akan selalu berubah-ubah secara dinamis tergantung pada jumlah user dan aktivitas masing¬masing user pada setiap grup.

Tabel 1. Kinerja jaringan komputer Universitas Trunojoyo Madura dengan sistem manajemen akses jamak terdistribusi dengan asumsi bandwidth total dibagi sama rata pada setiap grup
No          GROUP  Rt_TB
(Byte)    Rt_TB’
(Byte)    Selisih
(Byte)    Keterangan         Selisih
Bit rate
1             LABSHARE           7.00E+10             7.48E+09             -
6.25E+10             Kekurangan         -7.23E+05
2             FT-1       2.64E+10             7.48E+09             -
1.89E+10             Kekurangan         -2.19E+05
3             WIFI       1.95E+10             7.48E+09             -
1.20E+10             Kekurangan         -1.39E+05
4             UKM      1.64E+10             7.48E+09             -
8.91E+09             Kekurangan         -1.03E+05
5             Lab-FE   1.37E+10             7.48E+09             -
6.25E+09             Kekurangan         -7.23E+04
6             FP-Labkom          1.32E+10             7.48E+09             -
5.76E+09             Kekurangan         -6.67E+04
7             FT-2       9.57E+09             7.48E+09             -
2.09E+09             Kekurangan         -2.42E+04
8             REktorat              6.93E+09             7.48E+09             5.53E+08             Kelebihan            6.40E+03
9             RE-Wifi 6.45E+09             7.48E+09             1.03E+09             Kelebihan            1.19E+04
10           Lab-Dasar            6.31E+09             7.48E+09             1.16E+09             Kelebihan            1.35E+04
11           SS-Wifi  6.11E+09             7.48E+09             1.37E+09             Kelebihan            1.58E+04
12           FP-iKL    5.04E+09             7.48E+09             2.44E+09             Kelebihan            2.82E+04
13           Lab-FH  4.96E+09             7.48E+09             2.52E+09             Kelebihan            2.91E+04
14           FISIB      4.44E+09             7.48E+09             3.04E+09             Kelebihan            3.52E+04
15           PUSKOM              3.74E+09             7.48E+09             3.74E+09             Kelebihan            4.33E+04
16           FP-Agri  2.33E+09             7.48E+09             5.15E+09             Kelebihan            5.96E+04
17           FE           1.86E+09             7.48E+09             5.62E+09             Kelebihan            6.50E+04
18           PERPUS 1.70E+09             7.48E+09             5.78E+09             Kelebihan            6.69E+04
19           FP-AgroTiP          1.41E+09             7.48E+09             6.07E+09             Kelebihan            7.02E+04
20           LPPM     1.34E+09             7.48E+09             6.13E+09             Kelebihan            7.10E+04
21           FH          6.18E+08             7.48E+09             6.86E+09             Kelebihan            7.94E+04
22           FP-Admin             5.70E+08             7.48E+09             6.91E+09             Kelebihan            8.00E+04
23           FP-R.Dosen         5.44E+08             7.48E+09             6.93E+09             Kelebihan            8.03E+04
24           UPT-Bahasa        4.21E+08             7.48E+09             7.06E+09             Kelebihan            8.17E+04
25           SS           3.08E+08             7.48E+09             7.17E+09             Kelebihan            8.30E+04
26           HUMAS 2.98E+08             7.48E+09             7.18E+09             Kelebihan            8.31E+04
27           RE.Lt2-wifi          2.19E+08             7.48E+09             7.26E+09             Kelebihan            8.40E+04
28           Dmz       6.32E+05             7.48E+09             7.48E+09             Kelebihan            8.65E+04
29           Localhost            7.01E+03             7.48E+09             7.48E+09             Kelebihan            8.65E+04
30           FP           3.30E+02             7.48E+09             7.48E+09             Kelebihan            8.65E+04
Total      2.24E+11            
Tabel 2. Kinerja jaringan komputer Universitas Trunojoyo Madura dengan sistem manajemen akses jamak terdistribusi dengan asumsi bandwidth total dibagi berdasarkan pada prosentase kebutuhan masing-masing grup
No          GROUP  Rt_TB
(Byte)    Min TB (Byte)      Max TB
(Byte)
1             LABSHARE           7.00E+10             2.44E+10             1.48E+11

2             FT-1       2.64E+10             9.40E+09             4.54E+10
3             WIFI       1.95E+10             1.07E+10             2.50E+10
4             UKM      1.64E+10             8.10E+09             2.54E+10
5             Lab-FE   1.37E+10             4.20E+09             2.43E+10
6             FP-Labkom          1.32E+10             2.50E+09             3.04E+10
7             FT-2       9.57E+09             8.53E+08             2.06E+10
8             REktorat              6.93E+09             2.40E+09             1.28E+10
9             RE-Wifi 6.45E+09             2.80E+09             1.10E+10
10           Lab-Dasar            6.31E+09             3.73E+08             2.01E+10
11           SS-Wifi  6.11E+09             2.20E+09             1.37E+10
12           FP-iKL    5.04E+09             1.50E+09             1.25E+10
13           Lab-FH  4.96E+09             1.40E+09             1.14E+10
14           FISIB      4.44E+09             2.70E+09             6.90E+09
15           PUSKOM              3.74E+09             1.20E+09             7.70E+09
16           FP-Agri  2.33E+09             1.29E+08             6.80E+09
17           FE           1.86E+09             1.20E+09             2.80E+09
18           PERPUS 1.70E+09             5.99E+08             3.50E+09
19           FP-AgroTiP          1.41E+09             8.41E+08             2.90E+09
20           LPPM     1.34E+09             2.19E+08             6.10E+09
21           FH          6.18E+08             1.85E+08             1.40E+09
22           FP-Admin             5.70E+08             4.07E+08             8.47E+08
23           FP-R.Dosen         5.44E+08             1.06E+08             1.60E+09
24           UPT-Bahasa        4.21E+08             4.34E+07             1.10E+09
25           SS           3.08E+08             6.81E+07             5.96E+08
26           HUMAS 2.98E+08             6.70E+07             6.29E+08
27           RE.Lt2-wifi          2.19E+08             1.50E+07             1.10E+09
28           Dmz       6.32E+05             0.00E+00             2.20E+06
29           Localhost            7.01E+03             0.00E+00             3.16E+04
30           FP           3.30E+02             0.00E+00             1.32E+03
               Total      2.24E+11                           
Tabel 3. Kinerja jaringan komputer Universitas Trunojoyo Madura dengan sistem manajemen akses jamak terpusat
No          GROUP  Rt UoB (Byte)     Rt bit rate (bit/s)               %
1             LABSHARE           7.00E+10             6.48E+06             31.19
2             FT-1       2.64E+10             2.44E+06             11.77
3             WIFI       1.95E+10             1.80E+06             8.67
4             UKM      1.64E+10             1.52E+06             7.31
5             Lab-FE   1.37E+10             1.27E+06             6.12
6             FP-Labkom          1.32E+10             1.23E+06             5.90
7             FT-2       9.57E+09             8.86E+05             4.27
8             REktorat              6.93E+09             6.41E+05             3.09
9             RE-Wifi 6.45E+09             5.97E+05             2.88
10           Lab-Dasar            6.31E+09             5.85E+05             2.81
11           SS-Wifi  6.11E+09             5.66E+05             2.72

12           FP-iKL    5.04E+09             4.66E+05             2.25
13           Lab-FH  4.96E+09             4.59E+05             2.21
14           FISIB      4.44E+09             4.11E+05             1.98
15           PUSKOM              3.74E+09             3.46E+05             1.67
16           FP-Agri  2.33E+09             2.16E+05             1.04
17           FE           1.86E+09             1.72E+05             0.83
18           PERPUS 1.70E+09             1.57E+05             0.76
19           FP-AgroTiP          1.41E+09             1.31E+05             0.63
20           LPPM     1.34E+09             1.24E+05             0.60
21           FH          6.18E+08             5.72E+04             0.28
22           FP-Admin             5.70E+08             5.27E+04             0.25
23           FP-R.Dosen         5.44E+08             5.04E+04             0.24
24           UPT-Bahasa        4.21E+08             3.90E+04             0.19
25           SS           3.08E+08             2.85E+04             0.14
26           HUMAS 2.98E+08             2.76E+04             0.13
27           RE.Lt2-wifi          2.19E+08             2.03E+04             0.10
28           Dmz       6.32E+05             5.85E+01             0.00
29           Localhost            7.01E+03             6.49E-01              0.00
30           FP           3.30E+02             3.06E-02              0.00
               Total      2.24E+11             2.08E+07             100.00

KESIMPULAN DAN SARAN
Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah :
1.            Performansi penerapan sistem manajemen multiple access terdistribusi dengan asumsi bandwidth total dibagi sama rata pada setiap grup, sama sekali tidak baik
dilakukan,            karena   selain     sifat
pembagiannya bersifat kaku, juga akan menimbulkan ketimpangan jaringan, yaitu sebagian grup yang kebutuhannya sedikit akan mengalami surplus bandwidth sedangkan sebagian grup yang lain yang kebutuhan bandwidth-nya tinggi akan mengalami kekurangan dan proses akses jaringannya akan sangat lambat. terdistribusi dengan asumsi bandwidth total
2.            Performansi penerapan sistem manajemen multiple access terdistribusi dengan asumsi bandwidth total dibagi berdasarkan pada prosentase kebutuhan masing-masing grup, menunjukan lebih baik dari pada pembagian bandwidth secara sama rata. Hal ini dikarenakan pembagian bandwidth didasarkan pada kebiasan kebutuhan bandwidth masa lalu dari masing-masing grup. Akan tetapi sistem ini tidak dapat mengatasi

permasalahan secara otomatis jika suatu waktu tingkat kebutuhan bandwidth di
masing-masing   grup       mengalami
perubahan drastis.
3.            Performansi penerapan sistem manajemen multiple access terpusat lebih baik dari pada manajemen akses jamak terdistribusi, karena jatah bandwidth tidak dibagi-bagikan secara kaku pada masing¬masing grup, melainkan diatur secara terpusat oleh scheduler pusat. Segala kekurangan resource jaringan akan ditanggung bersama oleh semua user, demikian juga kelebihan resource jaringan juga akan dinikmati secara bersama-sama oleh semua user dari grup manapun.
Sebagai saran untuk penelitian selanjutnya, hendaknya diusulkan penerapan peramalan yang dinamis terhadap berbagai macam parameter dan berbagai macam variabel terutama yang terkait dengan pengukuran kinerja jaringan komputer itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Daryanto T., Ramli K., Budihardjo B., “Analisa Kinerja dan Implementasi Adaptive Transcoder Pada Jaringan Local Area Network”, Seminar Nasional


Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI), ISSN : 1907-5022, 2006
[2]          Iqbal M. Dr., “Handout : Analisis Kinerja Sistem”, Universitas Gunadarma, 2012
[3]          Hendrawan, Dr., “Handout : Kinerja Jaringan Telekmunikasi dan Komputer”, Teknik Elektro - Telekomunikasi - Institut Teknologi Bandung, 2012
[4]          Peterson LL., Davie BS., “Computer Networks A Systems Approach, 3rd Edition”, Morgan Kaufmann Publisher, 2003
[5]          Erdiansyah, “Jaringan Komputer”, Teknik Elektro, Universitas Hasanuddin, 2007

[6]          Hendrawan, Dr., “Handout : Jaringan Komputer”, Teknik Elektro - Telekomunikasi - Institut Teknologi Bandung, 2012
[7]          Ubaidillah A., “Studi Kinerja Sistem
Jaringan               Komputer            Universitas
Trunojoyo Madura (Sampai Februari 2012)”, SIMANTEC, Juni 2012
[8]          Ubaidillah A., “Perbaikan Kapasitas Kanal Jaringan Komunikasi Seluler dengan Metode Pemecahan Sel, SIMANTEC, Juni 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar